PERBAIKAN KUALITAS BIODIESEL BIJI KARET MELALUI PROSES DEGUMMING MENGGUNAKAN ASAM PHOSPAT METODE NON-KATALIS SUPERHEATED METHANOL TEKANAN ATMOSFIR
Abstrak: Penelitian mengenai
pembuatan energi alternatif yaitu biodiesel dari biji karet sudah banyak
dilakukan oleh para peneliti, diantarannya adalah penelitian yang dilakukan
oleh I Wayan Susila pada tahun 2009 yang berjudul, Proses Produksi Biodiesel
Biji Karet Metode Non-Katalis. Pada penelitian ini Minyak biji karet mentah atau Crude Rubber
Seed Oil (CRSO) yang memiliki kadar Asam lemak bebas atau FFA tinggi diatas
2,5% dapat langsung diproses menjadi biodiesel dengan metode Non-Katalis, namun
dalam penelitian ini masi memiliki kelemahan, yaitu kadar Residu karbon mikro
biodiesel tergolong tinggi, masih diatas standar keputusan FBI tahun 2005.
Jenis penelitian ini adalah eksperimen, objek penelitian adalah minyak biji
karet. pembuatan biodiesel dengan degumming menggunakan asam phospat sebanyak
0,1%, 0,15%, 0,2%, 0,25%, dan 0,3% b/b, setelah itu minyak diuji kadar gumnya,
minyak dengan kadar gum ter-kecil di proses menggunakan metode non-katalis.
Minyak hasil degumming yang kadar gum-nya paling rendah diendapkan ± 1 bulan
untuk mengetahui penurunan kadar gum-nya. Minyak mentah dimasukkan kedalam
Bubble Column Reaktor (BCR) kemudian diproses menggunakan methanol bersuhu
tinggi dengan rasio molar methanol 160 dan dengan suhu reaktor 2900C.
Berdasarkan hasil penelitian dapat ketahui kandungan gum minyak biji karet
sesudah degumming menggunakan asam phospat adalah sebagai berikut, H3PO4 0,1%
98,55 mg/l, H3PO4 0,15% 98,73 mg/l, H3PO4 0,2% 97,13 mg/l, H3PO4 0,25% 111,39
mg/l, H3PO4 0,3% 114,84 mg/l, dan karakteristik biodiesel minyak biji karet dengan
metode non-katalis adalah sebagai berikut, Viscositas 9,682 cSt, Densitas
0,9006 g/cm3, Pour point 13oC, Flash point 23oC, residu karbon mikro 10% ampas
distilasi sebesar 0,9%, water content 0,279%, kadar FFA 8,56% dan Nilai kalor
9361,94 kcal/kg, dari hasil degumming menggunakan Asam phospat malah semakin
menambah kadar gum yang dianalisis sebagai kadar P(Phosfor), peningkatan kadar
P terendah terjadi pada campuran Asam phospat 0,2%, yang pada awalnya 23,10
mg/l meningkat menjadi 97,13 mg/l, peningkatan ini terjadi karena unsur P yang
ada pada Asam Phospat belum berpisah sepenuhnya, sedangkan hasil pengujian
kadar gum terendah minyak setelah diendapkan selama ± 1 bulan adalah 0,31 mg/l
dengan campuran asam phospat 0,2%.
Penulis: ANDIK BAKTIAR, I
WAYAN SUSLA
Kode Jurnal: jptmesindd140386