PENGGUNAAN MATERIAL LOKAL MADURA TERHADAP KINERJA CAMPURAN CPHMA (COLD PAVING HOT MIX ASBUTON)
ABSTRACT: Madura merupakan
salah satu pulau yang memiliki potensi material yang sangat besar. Namun dalam
pembangunan infrastruktur jalan dibeberapa wilayah di Pulau Madura masih
menggunakan material dari Pulau Jawa. Sedangkan untuk bahan aspal sendiri masih
menggunakan aspal minyak. Namun penggunaan aspal minyak dirasa kurang
memperhatikan potensi aspal alam Asbuton. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui
bagaimana pengaruh penggunaan material lokal Madura dan suhu pemadatan terhadap
kinerja CPHMA. Pembuatan benda uji menggunakan Lawelle Granular Asphalt (LGA)
yang ditambah agregat dan modifier. Dengan perlakuan suhu pemadatan 25oC,
37,5oC, 50oC, 67,5oC dan prosentase agregat Madura terhadap agregat lokal yaitu
0%, 25%, 50%, 75%, 100%. Dari hasil analisis didapatkan suhu pemadatan optimum
sebesar 81,748oC dan proporsi agregat Madura optimum sebesar 82.927% yang
diperoleh dari hasil iterasi persamaan Void In Mix (VIM). Persamaan VIM (z =
21,86049-0,172988x+0,106850y +0,001388x2-0,000323y2-0,000653xy), Berdasarkan
suhu pemadatan dan proporsi agregat Madura optimum tersebut didapatkan nilai
dari stabilitas, flow, marshall quotient, VIM, Void in Mineral Agregat (VMA),
dan Void Filled with Bitumen (VFB) berturu-turut adalah sebesar 1038,19Kg;
3,943mm; 269,317; 19,22%; 29,031%; 33,311%. Nilai VIM dan VFB tidak memenuhi
standar spesifikasi. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai penentuan
suhu pemadatan optimum dikarenakan suhu pemadatan optimum yang diperoleh dari
proses iterasi melebihi batas suhu pemadatan yang diteliti.
Kata Kunci: Penggunaan
Material Madura, Karakteristik Marshall,
Aspal Buton, Lawelle Granular Asphalt, CPHMA
Penulis: Ricky Akbariawan,
Rendi Fadiansyah, Ludfi Djakfar, Hendi Bowoputro
Kode Jurnal: jptsipildd150271