PENGARUH SUHU PEMADATAN TERHADAP KINERJA MARSHALL PADA CAMPURAN CPHMA MENGGUNAKAN LGA DAN ASPAL MINYAK PENETRASI 60/70
ABSTRACT: Aspal buton
merupakan salah satu aspal alam yang hanya terdapat di Indonesia dan akhir
akhir ini banyak dimanfaatkan. Jumlahnya yang banyak dapat digunakan sebagai
salah satu alternatif untuk mengisi kekurangan produksi aspal minyak di
Indonesia. Salah satu produk dari asbuton yang dapat dimafaatkan sebagai
alternatif pengganti aspal minyak adalah LGA (Lawelle Granular Asphalt). Kajian
ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penambahan aspal minyak
pada campuran CPHMA (Cold Paving Hot Mix Asbuton) dan suhu pemadatan terhadap
karakteristik Marshall dari campuran CPHMA.Pembuatan benda uji menggunakan
Lawelle Granular Asphalt (LGA) dan aspal minyak sesuai dengan proporsi yang
telah ditentukan serta ditambah agregat lokal dari Purwosari dan modifier.
Digunakan dua macam perlakuan yaitu suhu pemadatan 25oC, 37,5oC, 50oC, 67,5oC
dan penambahan aspal minyak sebesar 5%, 10%, 15%, 20%. Dari hasil analisis
didapatkan suhu pemadatan optimum sebesar 900C dan penambahan aspal minyak
sebesar 7,653% yang didapatkan dari hasil iterasi persamaan VIM(z =
25.0323-0,13041x-0,45944y+0,000225x2+0,047268y2-0,005576xy-0,00000111x2y2).
Berdasarkan nilai suhu optimum dan penambahan aspal minyak optimum diatas
didapatkan nilai stabilitas, flow, marshall quotient, VIM, Void in Mineral
Agregat (VMA),danVoid Filled with Bitumen(VFB) berturut turut sebesar 1468,770
kg; 3,875mm; 419,273; 15,834%; 26,399%; dan 41,610%. Perlu dilakukan penelitian
lebih lanjut dengan menggunakan suhu pemadatan yang divariasi hingga suhu 900C
sesuai dengan hasil iterasi yang sudah didapatkan. Dan perlu diperhatikan dalam
pembuatan rancangan percobaan. Diharapkan penelitian selanjutnya melakukan
pengujian terhadap berat jenis campuran dari aspal minyak dan LGA sesuai dengan
proporsi tiap rancangan percobaan. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut
mengenai penentuan suhu pemadatan optimum dikarenakan suhu pemadatan optimum
yang diperoleh dari proses iterasi melebihi batas suhu pemadatan yang diteliti.
Kata Kunci: Aspal Minyak
Penetrasi 60/70, Karakteristik Marshall,
Aspal Buton, Lawelle Granular Asphalt, CPHMA
Penulis: Frigi Firstyan,
Gabriel Bagus, Ludfi Djakfar, Hendi Bowoputro
Kode Jurnal: jptsipildd150270