PENGEMBANGAN PAKET BIMBINGAN PERILAKU PROSOSIAL UNTUK KELAS VII DEVELOPING OF THE TEXTBOOK OF PROSOCIAL BEHAVIOR FOR SEVENTH GRADE OF JUNIOR HIGH SCHOOL.
Abstract: Perilaku prososial
pada dasarnya terdapat pada setiap manusia, mulai anak-anak hingga dewasa. Hal
ini terjadi karena naluri alamiah manusia sebagai makhluk sosial yang saling
membutuhkan, saling membantu, dan mampu berempati. Tetapi dalam perjalanannya
muncul beberapa indikasi yang mengarah pada perilaku antisosial, khususnya di
sekolah. Salah satu perilaku antisosial yang sering muncul adalah perkelahian antar siswa. Dalam rangka
memperoleh data pendukung, peneliti melakukan wawancara dengan Konselor SMPN 16
Surabaya dengan hasil terdapat siswa yang berperilaku tidak prososial. Seperti
perkelahian, tidak bertanggung jawab, dan sikap individualis. Salah satu sebab
munculnya perilaku-perilaku tersebut
adalah tidak adanya buku paket
sebagai pegangan siswa dalam proses pemberian layanan. Atas dasar itulah,
dibutuhkan media bimbingan dan konseling yang dapat menjelaskan tentang
perilaku prososial. Salah satu cara untuk memahamkan, menilai, dan merencanakan
perilaku prososial adalah melalui media buku, yang berjudul “paket bimbingan
perilaku prososial untuk kelas VII SMP”.
Buku ini berisi tentang pengertian perilaku prososial, faktor-faktor perilaku
prososial, dan macam-macam perilaku prososial, diantaranya: tolong menolong,
kepedulian, jujur, tanggung jawab, persahabatan dan kerjasama. Tujuan dari buku
paket ini adalah agar siswa mampu memahami, menilai, dan merencanakan perilaku
prososial. Jenis penelitian ini adalah
penelitian pengembangan. Dengan model pengembangan dari Borg & Gall yang
disederhanakan oleh tim Puslitjaknov tanpa tahap uji coba. Data yang diperoleh
berupa kuantitatif (skoring angket) dan kualitatif (saran dan komentar) dari
ahli BK dan Konselor sekolah. Subyek uji validasi ahli dalam penelitian pengembangan
ini adalah ahli BK dan konselor SMPN 16 Surabaya sebagai calon pengguna. Produk
ini memperoleh rata-rata persentase 83,08% (‘baik’) pada uji validasi
materi dan 80,14 % (‘baik’) pada uji
validasi konselor yang menunjukkan bahwa produk siap untuk diujicobakan. Rekomendasi untuk pengembangan selanjutnya
adalah menambahkan materi seperti refleksi diri, empati, dan melanjutkan pada
tahapan uji coba.
Penulis: TRY YANUAR WAHYU P,
Titin Indah Pratiwi
Kode Jurnal: jpbkdd160071