PENGEMBANGAN MODUL AJAR TEKNIK MERANCANG BERBASIS PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
ABSTRAK: Penelitian ini
bertujuan untuk menjawab kesulitan mahasiswa dalam merancang mesin, ada
beberapa hal yang harus diperhatikan diantaranya: fungsi utama mesin, komponen
yang akan digunakan dan material yang akan dipakai. Selama ini mahasiswa
memiliki kesulitan bagaimana mengintegrasikan materi teknik merancang, terhadap
mesin, khususnya TTG (teknologi tepat guna) Oleh karena itu, peneliti mencoba
untuk membuat perangkat pembelajaran yang bisa membantu mahasiswa dalam
mengaplikasikan semua materi pada mata kuliah teknik merancang dengan membuat
suatu modul dengan judul “Pengembangan Modul Ajar Teknik Merancang Berbasis
Pembelajaran Kontekstual”.Dengan disusunnya modul tersebut diharapkan mahasiswa
Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya mengalami
peningkatan hasil belajar, maka dari itu kualitas kelayakan modul ini dapat di
tentukan melalui validasi oleh 3 dosen ahli di bidannya dan respon mahasiwa
terhadap modul oleh 10 mahasiswa yang sudah pernah mendapat mata kuliah teknik
merancang. Dengan tersusunnya modul tersebut diharapkan terjadi peningkatan
hasil belajar dari siswa dan mempermudah dosen dalam penyampaian
materi.Penelitian ini dilaksanakan dengan pengembangan perangkat pembelajaran
mengacu rancangan 4D model dari Thiagarajan (1974). Keempat tahap tersebut
adalah tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap
pengembangan (develop), dan tahap penyebaran (disseminate). Tahap pendefinisian
meliputi analisis ujung depan, analisis mahasiswa, analisis konsep, analisis
tugas dan spesifikasi tujuan pembelajaran. Tahap perancangan terdiri dari
penyusunan tes, pemilihan media,
pemilihan format, dan perancangan awal (desain awal). Pada tahap
pengembangan terdiri dari validasi modul oleh dosen dan angket respon mahasiswa
oleh mahasiswa. Untuk tahap penyebaran tidak dilakukan dikarenakan terbatasnya
waktu penilitian.Hasil penelitian menunjukkan (1) persentase penilaian
rata-rata validasi modul sebesar 87,61% ( sangat baik); (2) mahasiswa
menunjukan respon positif terhadap pembelajaran yang ditunjukkan sebanyak 87%
mahasiswa merasa senang dan termotivasi dengan pembelajaran menggunakan modul
yang dilengkapi alat bantu pembelajaran (trainer).
Penulis: MUHAMMAD SUHENDRIK,
AGUNG PRIJO BUDIONO
Kode Jurnal: jptmesindd140258