PENGEMBANGAN MEDIA TRAINER SISTEM PENGAPIAN CDI UNTUK MENINGKATKAN KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MATA DIKLAT MELAKUKAN PERBAIKAN SISTEM PENGAPIAN SISWA KELAS XII TSM DI SMK NEGERI 1 NGANJUK

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu media trainer sistem pengapian CDI , yang layak untuk diterapkan pada Mata Diklat Melakukan Perbaikan Sistem Pengapian dan membuktikan bahwa dengan trainer sistem pengapian CDI dapat meningkatkan keefektifan proses pembelajaran pada Mata Diklat Melakukan Perbaikan Sistem Pengapian di SMK Negeri 1 Nganjuk. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang berpedoman pada model pengembangan four D models (4D Model), yang telah dikembangkan oleh Thiagarajan, Semmel, dan Semmel (Trianto, 2008:102). Penelitian pengembangan ini melalui 4 tahapan yang terdiri dari definisi, desain, pengembangan dan penyebaran. Kelayakan dari media trainer sistem pengapian CDI tergantung pada validasi oleh 1 dosen ahli dari Jurusan Teknik Mesin, Universitas Negeri Surabaya dan 2 guru ahli dari Program Keahlian Teknik Sepeda Motor, SMK Negeri 1 Nganjuk. Keefektifan pembelajaran dilihat dari respon siswa, observasi dan hasil belajar siswa, untuk mengetahui respon siswa melibatkan 10 siswa (uji coba terbatas) dan 30 siswa (uji penyebaran). Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket validasi oleh dosen ahli dan guru ahli, angket respon siswa, observasi dan tes hasil belajar siswa. Analisis data dilakukan untuk mengetahui tingkat kelayakan dan keefektifan Trainer Sistem Pengapian CDI yang dikembangkan. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa trainer Sistem Pengapian CDI yang dikembangkan, layak digunakan sebagai media pembelajaran pada pelajaran Melakukan Perbaikan Sistem Pengapian di SMK Negeri 1 Nganjuk.. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil validasi yang dilakukan oleh dosen ahli sebesar 85,42% dan guru ahli sebesar 97,32% yang termasuk kategori sangat layak. Pada hasil penelitian juga membuktikan bahwa dengan menggunakan trainer Sistem Pengapian CDI dapat mengefektifkan pembelajaran, karena (1) mendapatkan respon positif dari siswa yaitu sebesar 87,00%, (2) meningkatkan aktivitas siswa yaitu dari 36% (tanpa menggunakan trainer) menjadi 49,33% (dengan menggunakan trainer) atau terdapat peningkatan aktivitas siswa sebesar 13,33%, (3) meningkatkan persentase ketuntasan belajar siswa dari 60% (tanpa menggunakan trainer) menjadi 100% (dengan menggunakan trainer), atau terdapat peningkatan sebesar 40%.
Kata Kunci: Pengembangan, Media, Trainer, Efektif
Penulis: Wahyu Lasminto, I Made Arsana
Kode Jurnal: jptmesindd130411

Artikel Terkait :