PENGARUHKENAIKAN HARGA BAHAN BAKAR (BBM) TERHADAP BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN ANGKUTAN TAKSI DAN PENGHASILAN SOPIR (STUDI KASUS TAKSI GELORA SURAKARTA)
Abstrak: Sebagai salah satu
kota di Jawa Tengah, Surakarta menjadi kota yang perkembangannya sangat pesat.
Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) membawa dampak langsung terhadap
kenaikan biaya operasional angkutan umum.Pemilihan angkutan taksi sendiri dapat
menjadi satu pilihan yang tepat bagi para penumpang biasa atau wisatawan karena
taksi dapat menjangkau tempat-tempat
yang lebih strategis
dibandingkan dengan bus
yang hanya sebatas
menjangkau tempat-tempat yang
lebih umum.Salah satu perusahaan taksi yang beroperasi adalah taksi
Gelora.Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk menge-tahui pengaruh kenaikan harga Bahan Bakar Minyak
(BBM) terhadap Biaya Operasional Kendaraan (BOK) taksi Gelora dan penghasilan
sopir taksi. Perhitungan biaya operasional dalam penelitian ini menggunakan
metode TRRL Kenya dan metode PCI Model.Hasil analisis menunjukkan bahwa
kenaikan harga BBM mengakibatkan kenaikan
biaya operasional taksi sebesar 13,99%-20,33% untuk metode TRRL Kenya,
sedangkan biaya operasional taksi
meningkat sebesar 13,46 %-16,11 % meng-gunakan Metode
PCI Model. Kenaikan
harga BBM sebesar
44,4% juga meningkatkan
penghasilan sopir taksi
sebesar 20,12%-44,66% untuk metode TRRL-Kenya, dan meningkat
29,45%-53,82% untuk metode PCI model.
Penulis: Eko Supriyanto, Agus
Sumarsono, Slamet Jauhari Legowo
Kode Jurnal: jptsipildd140658