PENGARUH PENAMBAHAN SERAT POLYPROPYLENE PADA BETON RINGAN DENGAN TEKNOLOGI FOAM TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH DAN MODULUS ELASTISITAS
Abstrak: Berat jenis beton
adalah salah satu unsur yang sangat diperhitungkan saat merencanakan struktur
bangunan. Untuk itu, muncul berbagai penelitian mengenai beton ringan. Satu
diantaranya adalah pembuatan beton ringan dengan teknologi foam. Beton ringan
foam dibuat dengan menambahkan foam agent yang terdiri dari spectafoam, harder
mild, dan polymer kedalam campuran mortar. Dewasa ini, pemakaian beton ringan
masih ditujukan pada beton non struktural saja karena pada umumnya beton ringan
mempunyai kuat tekan maksimum 15 MPa. Solusi untuk meningkatkan kekuatan beton
ringan foam ini adalah dengan menambahkan serat kedalam adukan berupa serat
polypropylene. Metode yang digunakan adalah pengamatan secara eksperimental dan
kemudian dilakukan analisis secara teoritis untuk mendukung kesimpulan
akhirnya. Benda uji berupa silinder 15cm x 30cm untuk pengujian modulus
elastisitas, kuat tekan, dan kuat tarik belah. Alat yang digunakan untuk
pengujian adalah CTM (Compression Testing Machine). Hasil dari penelitian ini
adalah peningkatan nilai kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas
beton ringan foam setelah ditambah serat polypropylene pada kadar 0,75% dari berat
volume Penambahan kadar serat sebesar 0,75% menghasilkan peningkatan kuat
tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas berturut-turut sebesar 27,93%;
60,38%; dan 44,31% dibandingkan dengan beton ringan foam tanpa serat.
Penulis: Purnawan Gunawan,
Wibowo, Nurmantian Suryawan
Kode Jurnal: jptsipildd140641