KAPASITAS AKSIAL-LENTUR KOLOM BERTULANGAN BAMBU WULUNG DENGAN TAKIKAN TIDAK SEJAJAR
Abstrak: Semakin pesatnya
pembangunan pemukiman akibat penduduk yang terus-menerus bertambah, memicu
harga bahan bangunan terutama baja tulangan beton semakin naik dan mengalami
kelangkaan, sehingga sangat memberatkan masyarakat kalangan menengah ke bawah.
Mengatasi hal tersebut, maka dicari bahan alternatif baru sebagai pengganti
tulangan baja pada beton diantaranya adalah menggunakan tulangan dari bilah
bambu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar kapasitas
aksial-lentur kolom beton bertulangan bambu wulung dengan takikan tidak sejajar
bila dibandingkan dengan kapasitas aksial-lentur kolom bertulangan baja dan
kapasitas aksial-lentur kolom tanpa tulangan. Penelitian ini menggunakan metode
eksperimen dengan total benda uji 7 buah. Benda uji yang digunakan adalah kolom
beton berukuran 150 x 150 x 1500 mm. Dua kolom menggunakan tulangan baja, dua
kolom tanpa tulangan dan tiga kolom menggunakan tulangan bambu wulung takikan
tidak sejajar. Mutu beton yang direncanakan adalah fc’ = 15 MPa. Uji lentur dilakukan
pada umur 28 hari. Pengujian yang dilakukan dengan menguji kapasitas
aksial-lentur kolom menggunakan alat loading frame, dengan eksentrisitas beban
aksial 200 mm dari sumbu kolom. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, nilai
rerata beban aksial maksimum kolom bertulangan bambu wulung takikan sejajar
sebesar 22.833 N. Nilai rerata kapasitas lentur maksimum kolom bertulangan
bambu wulung takikan tidak sejajar sebesar 4.921.567 N.mm. Nilai rerata beban
aksial maksimum kolom bertulangan baja sebesar 36.500 N. Nilai rerata kapasitas
lentur maksimum kolom bertulangan baja sebesar 8.132.600 N.mm. Nilai rerata
beban aksial maksimum kolom tanpa tulangan sebesar 10.750 N. Nilai rerata
kapasitas lentur maksimum kolom tanpa tulangan sebesar 2.157.955 N.mm. Berdasarkan
nilai kapasitas lentur maksimum, kolom beton bertulangan bambu wulung takikan
tidak sejajar dapat meningkatkan kapasitas lentur kolom sekitar 56,153 % bila
dibandingkan dengan kolom beton tanpa tulangan.
Penulis: Budhi Triyana, Agus
Setyabudi, Antonius Mediyanto
Kode Jurnal: jptsipildd140640