PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH BAJA PADA TANAH LEMPUNGDI DAERAH SARIREJO KABUPATEN LAMONGAN TERHADAP POTENSIAL SWELLING
Abstract: Tanah kembang susut
adalah tanah lempung yang akan mengembang bila terkena air di musim penghujan
dan akan menyusut disertai retak-retak bila terkena panas di musim kemarau. Di
sini terdapat adanya fenomena shirnk-swell akibat adanya perubahan kadar air di
dalam tanah, sedangkan fenomena swelling terjadi karena air berpenetrasi masuk
kedalam ruang pori antar partikel yang mengakibatkan volume tanah bertambah
besar dan nilai kohesi menurun. Material limbah baja memiliki keuntungan yaitu
dapat mengikat atau mengurangi kandungan air pada tanah karena kandungan
komposisi pada limbah baja dan dapat sebagai penetralisir dari sifat kembang
susut tanah. Penggunaan limbah baja ini untuk memanfaatkan limbah yang tertibun
di lokasi pabrik sampai menumpuk tinggi sehingga sangat mengganggu lingkungan
sekitar.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Limbah
Baja pada tanah lempung terhadap potensial Swelling. Penelitian ini adalah
penelitian eksperimen di Laboratorium dengan cara membuat benda uji yang
ditambah dengan Limbah Baja. Variasi campuran benda uji tersebut adalah 0%, 5%,
10%, 15% dan 20%. Dalam penelitian ini dilakukan berbagai macam test antara
lain adalah test Atterberg, yaitu test Batas Cair dan test Batas Plastis untuk
mengetahui nilai Indeks Plastisitas, kemudian dilakukan tes Standart Proctor
dan Test Konsolidasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin besar penambahan Limbah Baja
pada tanah lempung maka nilai potensial Swelling mengalami penurunan. Hasil
penelitian potensial swelling pada tanah lempung dengan campuran 0%, 5%, 10%,
15%, 20% Limbah Baja masing masing sebesar 0.839%, 0.759%, 0.664%, 0.577% dan
0.438 termasuk tanah dengan potensial swelling kategori rendah.
Penulis: FIRMANSYAH ALI MARTA,
MACHFUD RIDWAN
Kode Jurnal: jptsipildd150220