PENGARUH PENAMBAHAN CAT PADA AGREGAT KASAR BATU PUMICE TERHADAP KEKAKUAN BALOK BETON BERTULANG TIGA TUMPUAN
ABSTRACT: Beton merupakan
suatu material pokok dalam bidang konstruksi. Salah satu jenis beton yang
digunakan dalam konstruksi adalah beton ringan. Agregat pada beton ringan
biasanya berasal dari batuan vulkanik seperti batu pumice. Batu pumice adalah
batuan asam yang terbentuk dari lava cair yang melewati proses pendinginan dari
meletusnya gunung berapi. Karena karakteristik batu pumice yang berongga
mengakibatkan penyerapan air terhadap agregat menjadi besar, yang berhubungan
pada pengurangan kekuatan agregat. Oleh karena itu, pada penelitian ini agregat batu pumice dilapisi cat yang
bertujuan untuk mengurangi penyerapan air. Selain itu, penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pengaruh agregat batu pumice yang dilapisi cat terhadap
kekakuan balok beton bertulang.
Dalam penelitian ini balok beton bertulang digunakan sebagai benda uji
untuk agregat pumice dan pumice cat masing-masing tiga buah benda uji, serta
tiga buah benda uji untuk agregat normal sebagai pembanding. Balok benda uji
diletakkan diatas tiga tumpuan sendi-sendi-rol yang dengan bentang
masing-masing batang sama panjang. Beban terpusat diberikan di tengah
masing-masing bentang yang juga akan dianalisa lendutan dibawah beban.
Hasil dari penelitian menunjukkan penyerapan air agregat pumice yang
dilapisi cat lebih kecil yaitu 10,1% dibandingkan dengan pumice tanpa cat 14%.
Sehingga mempengaruhi berat balok benda uji pumice yang dilapisi cat lebih
ringan 42,12 kg dibandingkan dengan agregat pumice biasa 42,28 kg. Kekakuan
balok beton bertulang pumice tanpa cat lebih besar bila dibanding balok yang
menggunakan agregat pumice dilapisi cat. Hal ini dikarenakan cat jenis polimer
yang melapisi permukaan agregat mengakibatkan berkurangnya daya lekat antara
semen dan agregat. Nilai kekakuan balok beragregat pumice pada bentang 1
sebesar 900,45 kg/mm dan pada bentang 2 sebesar 653,38 kg/mm. Nilai kekakuan
balok untuk pumice cat pada bentang 1 sebesar 493,82 kg/mm dan pada bentang 2
sebesar 413,05 kg/mm.
Penulis: Ahmad Fauzi, Indradi
Widjatmiko, Achfas Zacoeb
Kode Jurnal: jptsipildd160137