PENGARUH MANAJEMEN K3 DAN BUDAYA K3 TERHADAP KINERJA PEKERJA PROYEK (STUDI KASUS PROYEK PEMBANGUNAN CENGKARENG BUSINESS CITY LOT 5)
ABSTRAK: Penerapan program K3
yang telah dibuat perusahaan dengan budaya K3 yang sudah menjadi kebiasaan
setiap pekerja, diharapkan mampu meningkatkan kinerja pekerja proyek
konstruksi. Namun, kenyataan yang ditemui dilapangan adalah dimana perusahaan
memiliki beberapa prosedur yang merupakan standar operasional yang wajib
diterapkan namun tidak diterapkan sepenuhnya. Terjadinya pelanggaran seperti
pekerja tidak memakai helm atau safety harness ketika bekerja di ketinggian.
Aktifitas yang disebutkan diatas juga terkait kepada budaya K3 dan kinerja
pekerja konstruksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan
metode pengumpulan data primer dengan menggunakan kuisioner dan pengumpulan
data sekunder dengan menggunakan observasi pasif melalui dokumentasi terhadap
aspek di masing-masing variabel independen. Pengujian menggunakan analisis
korelasi berganda dan regresi linier berganda. Sementara untuk menguji
hipotesis menggunakan uji-F dan uji-t serta analisis faktor dominan untuk
mencari faktor yang paling dominan mempengaruhi kinerja pekerja proyek. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel independen yaitu Penerapan
Manajemen K3 dan Budaya K3 memiliki pengaruh terhadap Kinerja Pekerja
Konstruksi. Selain itu, faktor yang lebih dominan mempengaruhi kinerja pekerja
proyek adalah faktor keterlibatan pekerja dalam K3 yang merupakan bagian dari
variabel Budaya K3. Selain itu, kedua variabel independen dapat memberikan
pengaruh terhadap kinerja pekerja proyek sebesar 42,2% diluar faktor lainnya yang
kemungkinan berpengaruh terhadap kinerja pekerja proyek.
Penulis: Desi Supriyan, Ian
Rico Andreas Ricardo
Kode Jurnal: jptsipildd160201