PENGARUH LIMBAH BETON DAN MARMER PADA CAMPURAN ASPAL PORUS DENGAN BAHAN TAMBAHAN GILSONITE
ABSTRACT: Aspal porus
merupakan campuran perkerasan yang didesain mempunyai porositas tinggi
dibanding dengan jenis perkerasan lain. Umumnya aspal porus memiliki stabilitas
Marshall yang rendah, karena menggunakan campuran dengan sedikit agregat halus.
Pada penelitian ini digunakan limbah beton dan marmer sebagai agregat kasar dan
halus untuk campuran aspal porus juga ditambahkan Gilsonite untuk meningkatkan
nilai stabilitas pada campuran perkerasan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui komposisi optimum agregat kasar pada campuran aspal porus dan kadar
aspal optimumnya. Setelah itu dilakukan penelitian tahap selanjutnya untuk
mendapatkan pengaruh penambahan Gilsonite terhadap karakteristik Marshall dan
kadar optimum Gilsonitenya.
Pada penelitian ini Perlakuan yang digunakan yaitu dengan membuat
campuran aspal perkerasan dengan variasi persentase proporsi agregat kasar
100/0, 80/20, 60/40, 40/60, 20/80, 0/100 (batupecah/limbah beton) menggunakan
aspal pen 60/70. Kemudian campuran dicampur dan dipadatkan pada suhu 140 - 1600
sesuai standar Bina Marga untuk campuran aspal panas. Setelah itu ditumbuk pada
masing-masing sisi atas dan bawah sebanyak 50 kali. Pengujian selanjutnya
adalah uji Falling Head sesuai ASTM untuk mengetahui tingkat permeabilitas
campuran aspal dan uji Marshall dengan metode sesuai dengan standar Bina Marga.
Setelah didapat KAO, maka dilakukan pembuatan benda uji tahap kedua dengan
variasi bahan tambahan Gilsonite sebesar 8%, 9%, dan 10% dari berat aspal.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah KAO dari masing-masing
komposisi limbah beton sebagai agregat kasar pada campuran aspal porus.
Kemudian dipilih KAO dengan mempertimbangkan hasil karakteristik Marshall yang
terbaik menggunakan metode grafik pita dan 3D. Dari kedua metode tersebut
didapatkan hasil campuran optimum dengan menggunakan komposisi 0/100 (batu
pecah/limbah beton) denga KAO 5,433%. Selanjutnya dilakukan pembuatan benda uji
tahap dua dengan penambahan Gilsonite dengan menggunakan komposisi campuran
agregat kasar maksimum dan KAO yang telah didapat. Dari pengujian tahap kedua
didapatkan hasil kadar Gilsonite optimum sebesar 9% dari berat aspal. Dengan
penambahan Gilsonite HMA Modifier Grade, mampu mempengaruhi peningkatan nilai VIM
sebesar 4,417% dan nilai stabilitas sebesar 16,863%. Hasil tersebut memenuhi
standar Australia sebagai acuan nilai karakteristik Marshall aspal porus pada
penelitian ini. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan
standar gradasi lain atau penambahan zat additive lainnya untuk memperoleh
spesifikasi yang lebih baik.
Penulis: Andriyas Susanto,
Sukma Priya Sayekti, M. Zainul Arifin, Hendi Bowoputro
Kode Jurnal: jptsipildd160172