PENGARUH INTAKE MANIFOLD MODIFIKASI DENGAN VARIASI SUDUT KELENGKUNGAN TERHADAP EMISI GAS BUANG PADA MOTOR EMPAT LANGKAH
ABSTRAK: Peningkatan
pertumbuhan sepeda motor di Indonesia dari tahun 2005 berjumlah 28.556.498 unit
menjadi 52.433.132 unit pada tahun 2009 dapat menyebabkan peningkatan emisi gas
buang kendaraan bermotor yang mengandung zat beracun dan tidak beracun. Oleh
karena itu untuk mengatasi peningkatan emisi gas buang kendaraan bermotor
dengan modifikasi design intake manifold untuk menghasilkan pembakaran sempurna
sehingga emisi yang ditimbulkan oleh kendaraan menurun.
Penelitian dilakukan untuk mengetahui emisi gas buang kendaraan dengan
menggunakan intake manifold variasi dengan sudut kelengkungan 340, 730, dan
1080 dibandingkan dengan emisi gas buang kendaraan dengan menggunakan intake
manifold standar. Variabel bebas yang digunakan adalah intake manifold standar,
intake manifold variasi 1 dengan sudut lengkung 340 kanan, variasi 2 dengan sudut lengkung 730 kanan dan variasi 3 dengan sudut lengkung 1080 kanan. Sedangkan variabel kontrol meliputi
putaran mesin yaitu stasioner (1.500 rpm) sampai 9000 rpm dengan range putaran
500 rpm pada mesin 4 langkah, suhu mesin pada suhu kerja (60°C), suhu ruangan
27°C, pada mesin Honda Legenda 2003. Pengujian sesuai dengan standart pengujian
emisi gas buang menurut ISO 3930/OIML R-99. Untuk variabel terikat yaitu
melihat tingkat polutan dari kadar emisi gas buang yang ditimbulkan yaitu CO,
HC, dan CO2. Data hasil penelitian yang diperoleh ditampilkan dalam bentuk
grafik selanjutnya dideskripsikan dengan kalimat sederhana.
Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan
intake manifold dengan variasi sudut kelengkungan kanan 340, 730, 1080 pada
Honda Legenda Tahun 2003 dapat menurunkan konsentrasi CO, HC dan meningkatkan
konsentrasi CO2. Penurunan emisi CO terendah sebesar 0,38% vol dengan
persentase penurunan 78,65% pada putaran 1500 rpm dengan menggunakan intake
manifold variasi 3 sudut kelengkungan kanan 1080. Penurunan emisi HC terendah
sebesar 276 ppm vol dengan persentase penurunan 22,90% pada putaran 9000 rpm
dengan menggunakan intake manifold variasi 3 sudut kelengkungan kanan 1080 dan peningkatan
emisi CO2 tertinggi sebesar 12,0% vol dengan persentase peningkatan 30,43% pada
putaran 9000 rpm dengan menggunakan intake manifold variasi 3 sudut
kelengkungan kanan 1080. Kesimpulan dari hasil penelitian di atas bahwa
kendaraan dengan menggunakan intake manifold variasi dengan sudut kelengkungan
340, 730, dan 1080 pembakaran yang dihasilkan jauh lebih baik dari kendaraan
dengan menggunakan intake manifold standar, karena pengaruh perubahan intake
manifod yang terjadi aliran turbulensi pada ruang bakar sehingga campuran bahan
bakar dan udara menjadi lebih homogen dan kesempurnaan dalam pembakaran,
sehingga menurunkan konsentrasi CO dan HC, meningkatkan konsentrasi CO2 pada
Honda Legenda tahun 2003.
Penulis: Frafasta Sevrinanda, Priyo
Heru Adiwibowo
Kode Jurnal: jptmesindd140245