Pengaruh dan Pertimbangan Faktor Lingkungan untuk Peningkatan Kualitas pada Lini Produksi
Abstract: Pemborosan (waste)
yang berasal dari proses produksi muncul sebagai indikasi adanya problem
dandampak terhadap lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja.Indikasi
wastetersebu tadalahakibat daridefect waste di mesin finishing dan waiting
waste di mesin mounting. Defect waste yang tinggimengakibatkan Environment,
Health and Safety (EHS) waste yang tinggi pula. Untuk itu perusahaanharus
melakukancontinous process improvement yang terus menerus.Tujuan yang ingin
dicapaiadalah identifikasi waste di proses produksi, mencari akar penyebab
permasalahan dan memberikanalternatif solusi yang dapat dilakukan perusahaan
untuk mengurangi dampak timbulnyawasteIdentifikasi waste dilakukan berdasarkan
pada, E-DOWNTIME yakni sembilan jenis waste.Jenis waste ini meliputi
Environmental, Safety, and Health (EHS), Defect, OverProduction, Waiting,Not
utilizing employee, Transportation, Inventory, Motion, dan Excessive processing
waste. Untukmemetakan proses yang mengindikasikan adanya waste (pemborosan),
diperlukan value streammapping.Pemetaan tersebut bertujuan untuk mencari
critical waste.Berdasarkan pada critical wastemaka dicari akar permasalahan
yang dapat dirunut dengan penggunaan RCA (root cause analisys).Untuk mencari
prioritas resiko yang paling tinggi terhadap wastediperlukan FMEA (failure mode
andeffect analisys). Dengan adanya prioritas tersebut maka alternatif solusi
dapat dihasilkan.Alternatifperbaikan yang diusulkan adalah pembentukan timTotal
Productive Maintenance, perbaikan kualitasproduk, serta eksperimen terhadap
pengurangan pemakaian komponen. Dengan pendekatan
valuemanagementmakapembentukan dan pelatihan untuk timTotal Productive
Maintenance adalahalternatif terbaiknya. Hasil akhir dari alternatif ini adalah
meningkatnya nilai sigmaproduk dari 2,91menjadi 3,08 Kenaikan sigmatersebut
memberikan indikator perbaikan pada lini produksi dandampak lingkungan.
Penulis: H Harisupriyanto
Kode Jurnal: jptmesindd140558