PENGARUH AIR LAUT PADA PAVING BLOCK BERBAHAN CAMPURAN FLY ASH DAN ABU SEKAM

ABSTRAK: Pemanfaatan limbah abu sekam padi dan fly ash sebagai bahan tambahan pembuatan paving block merupakan salah satu alternatif dalam memanfaatkan limbah didaerah Banyuwangi. Penelitian yang pernah dilakukan dengan pengurangan semen sebanyak 20% masih cukup baik untuk campuran paving block. Saat ini banyak ditemukan paving block yang digunakan untuk daerah-daerah tepi pantai yang dikhawatirkan lama kelamaan akan terkikis air laut. Padahal air laut sendiri memiliki kandungan garam yang tinggi yang dapat menggerogoti kekuatan dan keawetan beton. Komposisi yang digunakan (pasir+semen+abu sekam/fly ash+air). Perbandingan limbah 20% dari berat semen yang digunakan. Nilai resapan paving block berbahan limbah fly ash untuk 1:3, 1:4 dan 1:5 berturut-turut sebesar 9,73%, 10,91% dan 11,30%, dengan bahan limbah abu sekam padi komposisi 1:3, 1:4 dan 1:5 berturut-turut sebesar 6,97%, 8,14% dan 9,15%. Nilai porositas berdasarkan nilai resapan, pada paving block berbahan fly ash memiliki porositas yang lebih tinggi dibandingkan yang berbahan abu sekam padi. Sedangkan nilai kuat tekan paving block berbahan limbah fly ash untuk komposisi 1:3, 1:4 dan 1:5 berturut-turut sebesar 384,63 kg/cm2, 325,43 kg/cm2 dan 304,02 kg/cm2. Nilai kuat tekan paving block berbahan limbah abu sekam untuk komposisi 1:3, 1:4 dan 1:5 berturut-turut sebesar 373,89 kg/cm2, 312,39 kg/cm2 dan 303,63 kg/cm2. Jadi, paving block berbahan fly ash memiliki kekuatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan abu sekam padi.
Kata Kunci: Paving block, Fly ash, Abu sekam, Kuat tekan, Air Laut
Penulis: M. Shofi’ul Amin, Enes Ariyanto, Faris Fahrur
Kode Jurnal: jptsipildd160193

Artikel Terkait :