PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH PADA KOMPETENSI DASAR MENGUJI BATERAI KELISTRIKAN OTOMOTIF KELAS XII DI SMK PGRI 1 LAMONGAN

ABSTRAK: Penggunaan  model  pembelajaran  adalah  suatu  usaha  yang  dilakukan  oleh guru agar seorang siswa dapat maksimal dalam memahami materi pelajaran, sehingga setelah  melakukan  pembelajaran  siswa  akan  memiliki  kompetensi  sebagaimana tuntutan  dari  materi  pelajaran  yang  dipelajari. Berdasarkan  hasil  observasi  dan interview  langsung  oleh  peneliti  dengan  semua  guru  pada  kompetensi  dasar  menguji baterai kelistrikan otomotif mereka selalu menggunakan metode ceramah dalam setiap proses pembelajaran. Penyampaian materi yang seperti ini akan membuat siswa bosan sehinga berakibat prestasi siswa akan menjadi rendah dan dapat mempengaruhi proses belajar  mengajar  dan  hasil  belajar  siswa  juga  selama  proses  pembelajaran  masih tergolong  rendah  tidak  mencapai  KKM ≥  75. Berdasarkan  kajian  tersebut,  salah  satu upaya  adalah  dengan  penerapan  model  pembelajaran  berdasarkan  masalah.  Tujuan dari penerapan  model  ini  adalah  untuk  meningkatkan  aktivitas  guru,  aktivitas  siswa, hasil belajar siswa dan minat belajar dalam pembelajaran.
Objek  dalam  penelitian  ini  adalah  penerapan  model  pembelajaran berdasarkan  masalah  dengan  subjek  siswa  kelas  XII  TKR  I dan  aktivitas  guru mengajar di SMK PGRI 1 Lamongan dengan menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas  (PTK).  Setiap  siklus  ada  empat  tahap  yakni  tahap: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan, 3) observasi,  dan 4) refleksi.  Pengumpulan  data  dalam  penelitian  ini menggunakan lembar observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, tes, dan angket respon minat  siswa. Analisis  data  yang  diperoleh  adalah  data  kualitatif  dan  kuantitatif. Aktivitas  guru,  aktivitas  siswa  dan  angket  respon  siswa  diukur  menggunakan  skala likert  sedangkan  hasil  belajar  siswa  dapat  dilihat  pada  hasil  belajar  klasikal  dapat tercapai apabila nilai siswa ≥ 75 dan ketuntasan klasikal ≥ 80%. Hasil  penelitian  menunjukkan  aktivitas  guru  dalam  menyiapkan  RPP  adalah 81,36  %  (sangat  baik)  dan  aktivitas  guru  dalam  menerapkan  RPP  adalah  81,46  % (sangat baik).  Aktivitas siswa selama mengikuti pembelajaran adalah 80, 62 % (baik). Respon minat siswa terhadap penerapan model pembelajaran masalah adalah 91,12 % (sangat  baik).  Hasil  belajar  siswa  yang  tuntas  pada  siklus  I  adalah  15  siswa  dengan ketuntasan  klasikal  60  %  dan  pada  siklus  II  adalah  20  siswa  dengan  ketuntasan klasikal  80  %.  Adanya  peningkatan  hasil  tes  siswa  dengan  adanya  perlakuan  guru yang lebih dari siklus pertama, seperti adanya bimbingan pada siswa yang mengalami kesulitan pada saat diskusi dan adanya solusi pada proses diskusi.
Kata kunci: Pembelajaran Berdasarkan Masalah, Aktivitas Siswa, Minat Siswa, Hasil Belajar Siswa
Penulis: Najmul Hidayat
Kode Jurnal: jptmesindd140353

Artikel Terkait :