PEMANFAATAN MATERIAL LOKAL (PASIR LANGKAP) SEBAGAI CAMPURAN AGREGAT HALUS BALOK KOMPOSIT DITINJAU DARI LENDUTAN
Abstract: Penelitian ini
bertujuan untuk memanfaatkan pasir dari desa Langkap kecamatan Bangkalan
kabupaten Bangkalan sebagai campuran agregat halus pada balok beton komposit.
Perencanaan struktur menggunakan beton antara lain beton kuat terhadap bahaya
kebakaran, kuat terhadap beban tekan, lebih tahan lama terhadap cuaca, mudah
dicetak, dan lebih murah. Struktur bangunan yang menggunakan dua bahan tersebut
maka akan saling mendukung satu sama lain. Pembuatan beton yang berkualitas
perlu diperhatikan terutama bahan campuran beton yaitu agregat halus. Penduduk
yang bertempat tinggal di daerah pantai dan kepulauan kecil contohnya di daerah
Madura untuk mendatangkan pasir sungai sebagai bahan penyusun beton berlapis
merupakan suatu kendala yang cukup berarti.
Proses perbandingan bahan beton direncanakan sesuai SKSNI T-5-1990-03
dengan kuat tekan rencana 20 MPa. Komposisi beton terdiri dari 3 macam, yaitu
komposisi A (1 semen : 1,9 pasir hitam :
2,83 kerikil), B (1 semen : 1,9 pasir
langkap : 2,83 kerikil). Benda uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah
silinder beton dengan diameter 15 cm dan
tinggi 30 cm sejumlah 9 buah, serta 4 buah balok beton berdimensi 16 x 10 x 130 cm³. Silinder beton
berkomposisi A dan B masing-masing 3 buah, serta 3 buah silinder tersusun
dengan komposisi B disisi atas setebal 15 cm dan 15 cm disisi bawah
berkomposisi A. Sebuah balok berkomposisi A, sebuah balok berkomposisi B, dan 2
buah balok komposit (komposisi B disisi
atas atau serat tekan dan berkomposisi A disisi bawah atau serat tarik).
Pengujian tekan dilakukan pada 9 silinder untuk mendapatkan mutu beton atau
kuat tekan, dan pengujian lentur
dilakukan pada 4 buah balok untuk mendapatkan nilai fungsi beban dan lendutan.
Hasil pengujian 3 silider beton berpasir hitam menunjukkan kuat tekan
rata-rata 32,02 MPa, kuat tekan rata-rata silinder beton dengan pasir hitam
23,02 MPa, pasir langkap 15,73 MPa, dan silinder beton komposit sebesar 18,87
MPa. Kuat geser aktual (Vu) pada balok beton komposit meningkat sebesar 8,1%
terhadap balok berpasir hitam, dan peningkatan kuat geser beton (Vc) pada balok beton komposit sebesar 19,81%
terhadap balok berpasir hitam. Momen retak awal (Mcr) pada balok beton berpasir
hitam Mcr aktual= 3,5 kNm, pada balok berpasir langkap 2,8 kNm, dan balok beton
komposit Mcr aktual= 3,15 kNm. Pengujian lendutan setiap balok beton dengan beban terpusat 38 kN
pada balok berpasir hitam menunjukkan
lendutan sebesar 1,38 mm, balok berpasir langkap 2,698 mm, dan balok beton
komposit sebesar 2,68 mm. Penurunan paling besar terjadi pada balok beton
komposit sebesar 55,07%.
Penulis: AVILATUS SAADHA,
KARYOTO
Kode Jurnal: jptsipildd140503