OPTIMALISASI BALOK KASTELA DENGAN PERGESERAN LUBANG PADA SAYAP YANG TERTEKAN

Abstract: Open-Web Expanded Beams and Girders (perluasan balok dan girder dengan badan berlubang) adalah balok yang mempunyai elemen pelat badan berlubang, yang dibentuk dengan cara membelah bagian tengah pelat badan, kemudian bagian bawah dari belahan tersebut dibalik dan disatukan kembali antara bagian atas dan bawah dengan cara digeser sedikit kemudian dilas, yang saat ini lebih dikenal dengan metode kastela. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Masita Nur Hayati, menunjukkan bahwa pada balok baja kastela terjadi penyimpangan perilaku distribusi tegangan penampang, yaitu semua penampang berperilaku menjadi tekan dan di serat bagian bawah tegangannya menjadi 0, yang seharusnya pada balok bagian bawah merupakan tegangan tarik. Oleh sebab itu, perlu dilakukan kajian bentuk baja kastela yang lubang kastelanya diturunkan,  sehingga akan dilakukan penelitian tentang optimalisasi balok kastela dengan pergeseran lubang pada sayap yang tertekan, dengan harapan terbentuknya penampang balok baja kastela yang optimal.
Proses eksperimennya adalah profil baja WF 150.75.5.7 dibuat menjadi baja kastela. Pada eksperimen ini akan dibuat lima benda uji baja kastela dengan ukuran panjang masing-masing benda uji 1,46 meter dengan letak lubang yang berbeda-beda, untuk melihat kecenderungannya. Ukuran yang dibuat berbeda pada masing-masing benda uji adalah letak penurunan lubang dari sayap atas baja kastela (dta) yaitu, dta1=30,5mm, dta2=35,08mm, dta3=39,66mm, dta4=44,24mm, dta5=48,82mm yang kemudian akan diuji lendutannya.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lubang bergeser ke bagian bawah maka semakin tinggi pula kekuatannya, namun dengan perbandingan penurunan lubang yang melebihi 30% kekuatannya menurun. Oleh karena itu, untuk mendapatkan penampang yang optimal penurunan lubang memiliki batasan, yaitu tidak melebihi 30% dari dta. Hal ini dapat dilihat pada masing-masing benda uji, yang memiliki kemampuan dalam menerima beban lebih besar yaitu pada benda uji 3 dimana dta = 39,66 mm. Sedangkan kekuatan balok baja kastela yang mempunyai penampang paling optimal, kekuatannya dapat mencapai 21,5% melebihi kekuatan balok baja kastela normal.
Kata Kunci: Baja Kastela, Penurunan lubang baja kastela
Penulis: MAS ANATIN EVI, KARYOTO
Kode Jurnal: jptsipildd150213

Artikel Terkait :