KERAWANAN BENCANA TANAH LONGSOR KABUPATEN PONOROGO
Abstrak: Bencana alam
merupakan peristiwa alam yang dapat terjadi setiap saat dimana saja dan kapan
saja, yang menimbulkan kerugian material dan imaterial bagi kehidupan
masyarakat. Tanah longsor merupakan salah satu bencana alam yang umumnya
terjadi di wilayah pegunungan, terutama di musim hujan. Kabupaten Ponorogo
merupakan daerah yang berpotensi mengalami bencana tanah longsor karena bentuk
morfologi Kabupaten Ponorogo yang bervariasi seperti dataran tinggi dan
perbukitan. Salah satu cara yang dapat diterapkan untuk memperkirakan bencana
tanah longsor adalah menggunakan program aplikasi yang mampu menginventarisasi
lokasi terdampak menggunakan sistem informasi geografis yang memiliki kemampuan
untuk menyimpan, memanggil kembali, mengolah, menganalisis dan menyajikan data
bereferensi geografis. Dalam penelitian ini dilakukan analisis kerawanan tanah
longsor menggunakan software ArcGIS dengan metode dari Paimin, et al (2006)
yang dimodifikasi, dengan parameter yang digunakan yaitu Hujan Harian maksimal
3 harian (25%), Lereng Lahan (15%), Geologi (10%), Gempa (5%), Keberadaan Sesar
(5%), Penggunaan Lahan (20%), Infrastruktur (15%), dan Kepadatan Pemukiman
(5%). Semua parameter ditumpangsusunkan (overlay), kemudian diberikan
pembobotan (skor) pada peta hasil analisis tersebut.Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa Kabupaten Ponorogo dapat di kategorikan sebagai daerah
kerawanan bencana tanah longsor agak rawan di daerah perbukitan dan pegunungan,
pada bagian dataran rendah dapat dikategorikan sebagai daerah yang kerawanan
tanah longsor sedikit rawan.
Penulis: Hanif Yuniarta, Agus
Prijadi Saido, Yusep Muslih Purwana
Kode Jurnal: jptsipildd150285