KAJIAN KUAT LEKAT TULANGAN BAMBU PETUNG TAKIKAN TIPE V SEJAJAR DAN TIDAK SEJAJAR DENGAN JARAK TAKIKAN 4 CM DAN 5 CM PADA BETON NORMAL

Abstrak: Penggunaan baja tulangan sebagai bahan yang dipadukan dengan beton sudah dilakukan sejak lama, hal ini disebabkan karena masing-masing material dapat saling melengkapi yaitu beton sebagai bahan yang lemah terhadap gaya tarik dapat diatasi dengan adanya baja tulangan yang kuat terhadap gaya tarik begitu pula sebaliknya, sehingga beton bertulang banyak digunakan sebagai bahan bangunan sampai saat ini. Akan tetapi permasalahannya adalah baja tulangan merupakan bahan hasil tambang yang tidak dapat diperbaharui sehingga semakin lama akan semakin habis. Sebagai alternatif dicoba menggunakan tulangan yang murah, mudah didapat dan dapat diperbaharui serta bermutu tinggi yaitu tulangan dari bahan bambu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan benda uji yang digunakan adalah silinder beton dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Penelitian ini menggunakan 4 macam variasi untuk penulangan bambu, Tulangan bambu petung takikan sejajar dengan jarak 4 cm dan 5 cm, dan tulangan bambu petung takikan tidak sejajar dengan jarak takikan 4 cm dan 5cm. Masing-masing benda uji 3 buah dengan takikan tipe V, lebar takikan 0,8 cm dan kedalaman takikan 0,5 cm. Dimensi tulangan bambu panjang 70 cm, lebar 2 cm dan tebal 0,52 cm. Sebagai pembanding menggunakan tulangan baja diameter 0,8 cm dengan panjang 70 cm dan benda uji 3 buah. Mutu beton direncanakan dengan f’c = 17,5 MPa. Uji lekat dilakukan pada umur beton 28 hari dengan menggunakan alat Universal Testing Machine ( UTM ).
Kata kunci: Beton, bambu takikan, kuat lekat
Penulis: Bedri Fahrul Churniawan, Agus Setiya Budi, Endah Safitri
Kode Jurnal: jptsipildd140634

Artikel Terkait :