KAJIAN KAPASITAS LENTUR BALOK BETON BERTULANGAN BAMBU PETUNG TAKIKAN TIPE “V” DENGAN JARAK 6 DAN 7 CM
Abstrak: Pada era globalisasi
ini pertumbuhan penduduk meningkat sangat pesat seperti di Indonesia. Dengan
meningkatnya jumlah penduduk maka meningkat
pula kebutuhan perumahan.
Kebutuhan penggunaan beton
bertulang pun akan
semakin meningkat seiring dengan semakin banyaknya permintaan
pembangunan perumahan. Hal ini akan meningkatkan kebutuhan tulangan baja
sebagai komponen utama struktur bangunan, sedangkan ketersediaan bahan dasar
pembuatan baja (bijih besi) akan semakin terbatas karena merupakan salah satu
sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, otomatis harga tulangan baja
pun akan ikut meningkat karena menjadi langka untuk ditemui. Oleh sebab itulah
perlu diupayakan mencari alternatif baru pengganti tulangan baja pada beton.
Para ahli struktur dunia telah meneliti kemungkinan penggunaan bahan lain yaitu
dengan memanfaatkan bambu sebagai tulangan beton. Bambu dipilih sebagai
tulangan alternatif beton karena merupakan produk hasil alam yang renewable,
murah, mudah ditanam, pertumbuhan cepat, dapat mereduksi efek global warming
serta memiliki kuat tarik sangat tinggi yang dapat dipersaingkan dengan baja.
Bambu mempunyai kekuatan tarik yang cukup tinggi, antara 100 – 400 MPa, setara
dengan ½ sampai ¼ dari tegangan ultimate besi. Tujuan penelitian ini adalah untuk
menganalisis berapa kapasitas lentur balok beton bertulangan bambu petung
takikan tipe ”v” dengan jarak takikan 6 dan 7 cm.Penelitian ini menggunakan
metode eksperimen dengan total benda uji 12 buah. Benda uji yang digunakan
adalah balok beton berukuran 110 x 150 x 1700 mm. Tiga buah menggunakan
tulangan baja, enam buah menggunakan tulangan bambu petung dengan dimensi 1650
x 20 x 5,2 mm menggunakan takikan tipe “V” dengan jarak takikan 6 dan 7 cm, dan
tiga buah tanpa tulangan. Mutu beton yang direncanakan adalah fc’ = 17,5 MPa.
Uji lentur dilakukan pada umur 28 hari dengan metode two point
loading. Ditinjau dari kapasitas lenturnya, momen hasil pengujian balok
beton dengan tulangan bambu petung dengan takikan 6 cm memiliki kapasitas
lentur setara dengan 82,22% sedangkan balok beton dengan tulangan bambu petung
dengan takikan 7 cm memiliki kapasitas lentur setara dengan 70,91% terhadap
balok dengan tulangan baja polos diameter 8 mm. Pola keruntuhan pada balok
beton dengan tulangan baja maupun pada balok beton dengan tulangan bambu petung
takikan tipe V dengan jarak takikan 6 dan 7 cm terletak antara 1/3 bentang
tengah. Keruntuhan yang demikian termasuk dalam keruntuhan lentur.
Penulis: Dhimas Andrian, Agus
Setiya Budi, Endah Safitri
Kode Jurnal: jptsipildd140717