EVALUASI KINERJA ANGKUTAN KAPAL LAUT TUJUAN SURABAYA-MAKASSAR
ABSTRACT: Indonesia merupakan
negara kepulauan yang sebagian besar areanya terdiri dari lautan.
Dengan begitu, salah satu moda
transportasi yang dapat diandalkan adalah kapal laut. Kapal laut merupakan moda transportasi murah
yang dapat menjangkau sebagian besar
pulau-pulau yang ada di Indonesia dengan daya angkut yang besar. Namun,
telah terjadi penurunan jumlah penumpang dari waktu ke waktu. Maka dari itu
perlu dilakukan evaluasi kinerja kapal. Penelitian ini bertujuan
untuk; mengetahui karakteristik penumpang kapal laut rute
Surabaya – Makassar, mengetahui
kinerja operasional kapal laut rute
pelayanan Surabaya – Makassar, dan mengetahui bentuk model pemilihan pengguna layanan antara kapal
laut dan pesawat terbang dengan tujuan
Surabaya – Makassar.
Survei ini dilakukan terhadap penumpang kapal laut dengan rute Surabaya
– Makassar dengan jumlah responden 150
orang penumpang untuk metode Importance – Performance Analysis dan Stated
Preference. Evaluasi yang dilakukan
dalam penelitian ini menggunkan metode
Importance – Performance Analysis untuk analisis kinerja pelayanan kapal laut dan juga digunakan
metode Stated Preference untuk mengetahui
perbandingan dengan moda pesawat terbang, yang juga bertujuan untuk mengevaluasi kekurangan dan keunggulan moda kapal laut.
Penelitaian ini dilakukan pada bulan
September 2015 yang berlokasi di atas kapal laut rute Surabaya –
Makassar dan juga di pelabuhan.
Berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan, maka diketahui
karakteristik responden yang didominasi
oleh penumpang dengan usia 25 – 40 tahun (58%) dengan pendidikan terakhir SMA (44%) dan penghasilan
keluarga sebesar 3 – 4 juta rupiah
perbulan. Maksud tujuan dari
perjalanan yang dilkukan umumnya dengan maksud
tujuan non-bisnis dan menggunakan biaya sendiri serta alasan penggunaan
kapal laut adalah karena alasan biaya
perjalanan. Dari analisis metode Importance – Performance Analysis, fasilitas
yang perlu dibenahi diantaranya adalah naik turun penumpang dari dan ke
kapal, toilet, fasilitas pengatur suhu, ruang pelayanan kesehatan,
fasilitas kemudahan naik turun
penumpang, fasilitas penyandang difable, dan ruang ibu menyusui. Sedangkan dari metode Stated
Pereference, diperoleh model (UP– UK) = 1,823-0,688(ΔX₂) dimana ΔX₂ = selisih
ketepatan jadwal. (UP– UK) = 7,838+0,778(ΔX3) dimana ΔX3 = selisih frekuensi
keberangkatan.
Kata Kunci: Evaluasi
Kinerja, Kapal, Laut, Surabaya-Makassar, Metode Stated
Preference, Metode Importance Performance Analisis
Penulis: Miftahur Ridlo,
Bimantoro Beny Prabowo, Achmad Wicaksono, Rahayu K
Kode Jurnal: jptsipildd160153