Aplikasi PCM Bees Wax sebagai teknologi penyimpan energi (thermal energy storage) pada pemanas air domestik
Abstrak: Sistem pemanas air
merupakan salah satu pengguna energi terbesar pada industri perhotelan selain
pengkondisian udara dan penerangan. Temperatur air yang dihasilkan pada sistem
pemanas air domestik biasanya berkisar antara 55-65°C. Phase Change Material
(PCM) sebagai salah satu teknologi thermal storage dapat dimanfaatkan untuk
meningkatkan efisiensi penggunaan energi listrik pada sistem pemanas air. PCM
memanfaatkan kalor laten untuk menyimpan energi dan melepaskannya pada kondisi
yang diinginkan. Pada penelitian ini diuji sebuah sistem pemanas air domestik
dengan volume air sebesar 100 liter. Sumber kalor pada pemanas ini menggunakan
heater listrik dengan daya total 3000 Watt. Sejumlah PCM diletakkan didalam
drum pemanas air sebagai thermal storage dengan tujuan mempertahankan
temperatur air pada suhu 60C sehingga penggunaan listrik oleh heater dapat
dikurangi. Material PCM menggunakan bahan organik lilin lebah atau bees wax
yang memiliki titik leleh 52°C-66°C. Bees wax ditempatkan pada kontainer yang
terbuat dari pipa tembaga dengan diameter dalam 38,1 milimeter dan panjang 260
mm. Pengujian dilakukan dengan menguji tiga variasi massa PCM yakni 1,9 kg, 5,1
kg, dan 7,3 kg. Hasil pengujian menyatakan bahwa penggunaan PCM 1,9 kg memiliki
waktu penundaan heater yang paling lama yakni 1 jam 6 menit 40 detik.
Penggunaan PCM masih memiliki penggunaan daya yang lebih besar dibandingkan
tanpa PCM yakni 12,93 kJ pada masa PCM 1,9 kg, 13,88 kJ pada 5,1 kg PCM dan
14,803 kJ pada 7,3 kg masa PCM.
Penulis: Adi Winarta, Muhammad
Amin, Nandy Putra
Kode Jurnal: jptmesindd150167