ANALISIS KINERJA HEAT ABSORBER ARANG DAN BATU APUNG PADA PROSES DESTILASI AIR LAUT
ABSTRACT: Penelitian ini
dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh penggunaan heat absorber arang dan batu
apung pada proses destilasi air laut dengan menggunakan kolektor surya kaca
ganda. Penelitian dilaksanakan selama 5 hari, dari pukul 08.00 hingga 17.00
wita, pengambilan data setiap 30 menit, juga dilakukan satu kali pengambilan
data pada pukul 08.00 wita esok harinya, yang merupakan pengujian 24 jam.
Penelitian dilaksanakan menggunakan dua buah kolektor destilasi surya yang
diuji secara bersamaan, masing-masing kolektor menggunakan satu jenis heat
absorber. Heat absorber arang menyerap energi matahari lebih besar dari batu
apung, heat absorber arang juga mampu menghasilkan uap dan mengkondensasinya
dengan baik secara bersamaan pada intensitas radiasi matahari yang tinggi.
Penggunaan heat absorber arang pada siang hari dengan intensitas radiasi
matahari yang tinggi menghasilkan kondensat lebih banyak dari batu apung,
walaupun pada intensitas radiasi matahari yang rendah heat absorber arang
menghasilkan kondensat yang lebih sedikit dari batu apung. Pada malam hari heat
absorber batu apung menghasilkan kondensat yang lebih banyak dari arang. Pada
pengujian jam 08:00 hingga 17:00 wita, heat absorber arang menghasilkan volume
kondensat rata-rata sebesar 158 ml dan batu apung 142 ml. Pada pengujian hingga
24 jam diperoleh volume kondensat rata-rata arang 175 ml dan batu apung 177,2
ml.
Penulis: Chandra Bhuana,
Musrady Mulyadi, Sukma Abadi, Jamal
Kode Jurnal: jptmesindd140429