ANALISA LAJU KOROSI PADA BAJA GALVANIS MENGGUNAKAN METODE ASTM G31 – 72 PADA MEDIA AIR NIRA (KELAPA)
Abstrak: Korosi adalah suatu
peristiwa dimana reaksi terjadi diantara logam dengan lingkungannya. Reaksi
tersebut dengan mudah terjadi karena tingkat keadaan yang sedemikian rupa ingin
merubah keadaan dirinya ke bentuk lain. Hasil yang diperoleh dari reaksi adalah
bentuk dan keadaan logam tersebut cocok dengan lingkungan korosif. Baja
galvanis adalah baja lapis seng (Zn) yang mengandung bahan seng tingkat
kemurnian tinggi (99,7%) ditambah dengan sejumlah timah hitam dan alumunium
dalam jumlah tertentu diproses dengan kondisi bebas oksidasi sehingga
menghasilkan baja lapis seng dengan kualitas handal. Mengacu baja galvanis
sebagai media penyimpanan nira perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk
mengetahui seberapa besar laju korosi agar supaya bisa mengantisipasi waktu
terkorosinya baja galvanis serta mencegah kandungan nira tidak tercampur dengan
unsur logam. Penelitian ini dilakukan menggunakan plat baja galvanis dengan
ukuran panjang = 20 mm, lebar = 10 mm,
dan tinggi = 2 mm, menggunakan metode kehilangan berat sesuai dengan ASTM G31 –
72 dengan pemilihan volume 0,4 dari permukaan spesimen didapat volume minimal
208 ml dan sesudah perendaman baja galvanis di lakukan uji EDX (Energy
Dispersive X-ray Spectroscopy) untuk mengetahui kandungan struktur dari baja
galvanis dan dilakukan uji SEM (Scanning Electron Microscope) bertujuan untuk
analisis material dengan perbesar struktur yang terdapat di baja galvanis
tersebut. Dari penelitian yang dilakukan menggunakan metode weight loss
diharapkan bisa mengetahui laju korosi baja galvanis pada media nira, mengetahui pengaruh kadar keasaman air nira
terhadap terjadinya korosi dan lamanya waktu penyimpanan. Air nira dengan pH
4,8. Laju korosi terbesar ada pada waktu 48 jam dan terjadi pada spesimen
dengan pengujian pada suhu 110o C besar laju korosinya adalah 2,617 mm/year, dan nilai terkecil terjadi pada
waktu 16 jam dengan suhu 25o C dengan nilai 1,478 mm/year. Semakin besar
temperatur semakin besar laju korosinya, ini dikarenakan temperatur akan
merusak struktur permukaan pada logam, sehingga akan cepat masuk zat
pengkorosifnya.
Penulis: Fuad Yanuar, Dwi Heru
Sutjahjo
Kode Jurnal: jptmesindd150173