ANALISA KOORDINASI SINYAL ANTAR SIMPANG DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE TRANSYT 14 (Studi Kasus Simpang Empat & Simpang BPD Kota Lhokseumawe)
ABSTRACT: Koordinasi antar
simpang secara umum dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan suatu
jaringan jalan, mengurangi
waktu tunda dan
waktu berhenti kendaraan. Setelah melakukan antrian waktu
merah pada salah satu persimpangan, kendaraan diharapkan akan memperoleh waktu
hijau pada persimpangan berikutnya. Sistem koordinasi demikian belum diterapkan
di Jalan
Merdeka Kota Lhokseumawe. Sebagai
jalan utama pada
pada lintasan tersebut ada dua persimpangan bersinyal yaitu, Simpang
Empat dan Simpang BPD. Akibat belum adanya koordinasi antar persimpangan
tersebut, sering kendaraan yang baru lolos dari Simpang Empat harus berhenti
dan menunggu fase hijau lagi pada Simpang BPD dan begitu juga arah sebaliknya.
Sehingga antrian, waktu tundaan dan waktu berhenti yang panjang terutama pada
jam puncak tidak dapat dihindari. Metode yang digunakan pada penelitian ini
yaitu Metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997), sementara untuk
koordinasi lampu antar simpang menggunakan bantuan perangkat lunak Transyt 14
berpedoman pada metode Transport and Road Research Laboratory (TRRL) Inggris.
Transyt 14 digunakan untuk mengevaluasi kinerja persimpangan pada kondisi
eksisting serta membuat beberapa alternatif koordinasi dengan performance index
(PI) sebagai kriteria utama. Hasil penelitian untuk alternatif terbaik
dibandingkan kondisi eksisting diperoleh waktu siklus 100 detik, degree of
saturation turun 17,07%, antrian berkurang 14,15%, waktu tunda berkurang
57,38%, jumlah henti turun 20,57%, dan tingkat pelayanan dapat ditingkatkan
dari C menjadi B.
Penulis: Zulfhazli Abdullah
Kode Jurnal: jptsipildd160125