UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN AKTIF “PICTURE AND PICTURE“ PADA MATA PELAJARAN SEJARAH INDONESIA SISWA KELAS X REKAYASA PERANGKAT LUNAK 3 DI SMK KRIAN 1 SIDOARJO
Abstrak: Penyampaian informasi
dengan baik merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam belajar. Pengajar
dituntut untuk menguasai materi pembelajaran dan menerapkan metode pembelajaran
yang tepat, sehingga siswa termotivasi dan aktif dalam proses pembelajaran
dikelas. Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran sangat penting yaitu untuk
mengetahui kemampuan siswa dalam menyerap dan memahami materi. Penelitian ini
bertujuan untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam visual activities: membaca,
memperhatikan gambar demonstrasi, percobaan, oral activities: menyatakan,
merumuskan, bertanya, memberi saran, mengeluarkan pendapat dan mengadakan
wawancara dan berdiskusi, listening activities: mendengarkan: percakapan,
diskusi dan pidato, writing activities: menulis cerita, karangan, laporan,
angket dan menyalin, drawing activities: membuat grafik, peta, dan diagram,
motor activities: melakukan percobaan, membuat konstruksi dan bermain, mental
activities: menanggapi, mengingat, memecahkan soal, menganalisa dan mengambil
keputusan serta emotional activities: menaruh minat, merasa bosan, gembira,
bersemangat, bergairah, tenang. Diharapkan dengan penelitian ini dapat
memberikan alternatif solusi bagi lembaga pendidikan dan siswa untuk
meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, sebagai bahan
pertimbangan pengajar untuk memilih pendekatan dan model pembelajaran yang
efektif dalam kegiatan belajar mengajar.
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas ( classroom action
research ) dengan tiga siklus ( siklus I: dua pertemuan, siklus II : dua
pertemuan dan siklus III: satu pertemuan ). Data dalam penelitian ini adalah
berupa data kata dan angka. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini
dilakukan melalui lembar observasi , lembar hasil uji kompetensi dan lembar
angket. Data tersebut akan ditabulasikan berdasarkan kriteria nilai.
Hasil analisis menunjukkan bahwa keaktifan siswa dalam pembelajaran
menggunakan metode pembelajaran “ the power of two “ pada siklus I dan “
picture and picture “ pada siklus II dan III mengalami peningkatan pada setiap
pertemuannya. Rata-rata nilai keaktifan siswa pada siklus I pertemuan pertama
adalah 46,45 , siklus I pertemuan kedua adalah 49,69 , siklus II pertemuan
pertama adalah 55,75 , siklus II pertemuan kedua adalah 66,32 dan siklus III
adalah 77,41. Penerapan metode pembelajaran aktif “ picture and picture “ dalam
mata pelajaran sejarah Indonesia dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam
proses pembelajaran dikelas. Hasil rata-rata nilai pengetahuan siswa juga
mengalami peningkatan yaitu pada siklus I pertemuan pertama adalah 55,16 ,
siklus I pertemuan kedua adalah 75, siklus II pertemuan pertama adalah 82,11 ,
siklus II pertemuan kedua adalah 85,79 dan siklus III adalah 89,21. Respon
siswa juga menunjukkan bahwa siswa merasa senang dan bersemangat saat
pembelajaran menggunakan metode pembelajaran aktif “ picture and picture “
ditunjukkan dengan respon 92,11%.
Penulis: GEBI KRISTA VIONA,
AGUS SUPRIJONO
Kode Jurnal: jpsejarah&umumdd140353