KRITIK KWEE KEK BENG TERHADAP PENDIDIKAN ANAK-ANAK TIONGHOA DI HINDIA BELANDA
Abstrak: Kek Beng merupakan
seorang tokoh peranakan Tionghoa yang pernah menjabat sebagai hoofdredactur
dari koran Sin Po dan merupakan penerus dari paham nasionalisme Tiongkok. Dalam
mencari kedudukan etnis Tionghoa di Hindia Belanda dalam masa Penjajahan
Belanda, Kwee Kek Beng tampil sebagai
tokoh kontroversial yang membela
orang-orang Tionghoa peranakan. Kritiknya terhadap pendidikan anak-anak
Tionghoa banyak mendapat tantangan dan cemoohan dari berbagai pihak diantara
orang-orang Tionghoa yang lain.
kritik yang dilakukan oleh Kwee Kek Beng terhadap pendidikan untuk
anak-anak Tionghoa di Hindia Belanda dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya:
segregasi dan diskriminasi yang dilakukan oleh pemerintah Kolonial terhadap
pendidikan orang-orang Tionghoa, nasionalisme Tiongkok yang kemudian menyebar
ke Asia Tenggara, termasuk ke Hindia Belanda. Selanjutnya, setelah Kwee Kek
Beng masuk ke dalam harian Sin Po Kwee Kek Beng banyak belajar dari Tjoe Bou
San. Permasalahan identitas orang-orang Tionghoa dan perdebatan mengenai
sekolah-sekolah untuk anak Tionghoa juga menjadi pemicu Kwee Kek Beng untuk
melakukan kritik. Kwee Kek Beng tidak menyetujui adanya sistem sekolah yang
diterapakan pada sekolah THHK dan HCS, oleh sebab itu perlu dilakukan
reorganisasi terhadap keduanya dan membagi ke dalam dua kelas, yaitu kelas yang
dikhususkan untuk anak-anak Tionghoa yang ingin kembali ke Tiongkok dan yang
tetap tinggal di Hindia Belanda, namun tetap memperhatikan kepentingan
anak-anak Tionghoa. hal ini dilakukan agar pendidikan anak-anak Tionghoa tidak
tertinggal dengan etnis yang lain.
Penulis: FAUZIYATUR ROHMAH,
SRI MASTUTI PURWANINGSIH
Kode Jurnal: jpsejarah&umumdd140352