PENGEMBANGAN MEDIA MONOPOLI “WAWASAN BK” DALAM LAYANAN INFORMASI PADA SISWA KELAS X MAN MOJOSARI-MOJOKERTO
Abstract: Kurangnya pemahaman
siswa dalam memanfaatkan Bimbingan dan Konseling di Sekolah menyebabkan
pemberian layanan BK oleh Guru BK kurang berjalan secara maksimal.Berdasarkan
hasil wawancara dengan 3 guru BK diketahui bahwa sebagian besar siswa kurang
memahami keberadaan BK di Sekolah mereka. Pemberian layanan informasi tentang
wawasan Bimbingan dan Konseling belum mendapatkan hasil yang diharapkan. Siswa
kurang memiliki pemahaman mengenai pelaksanaan BK serta layanan apa saja yang
bisa mereka dapatkan dari adanya BK. Sejauh ini konselor lebih sering
menggunakan metode ceramah dan hanya sesekali menggunakan powerpoint sebagai
media untuk menjelaskan, akibatnya siswa merasa bosan dan tidak tertarik untuk
mendengarkan materi yang disampaikan guru. Tidak ada kegiatan dan media yang
secara khusus dikembangkan dalam meningkatkan pemahaman siswa terkait wawasan
BK. Sehingga dibutuhkan media yang menarik dan membuat siswa bersemangat untuk
mengikuti layanan yang diberikan sehingga apa yang menjadi tujuan kegiatan
dapat tercapai. Media tersebut adalah permainan monopoli “wawasan BK” dimana
dilakukan modifikasi pada materinya.
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa media monopoli
“wawasan BK” yang dapat digunakan sebagai salah satu media Bimbingan dan Konseling
yang menarik yang dapat digunakan dalam layanan informasi. Media monopoli
“wawasan BK” adalah media yang mudah digunakan, praktis dan tentunya menarik
agar dapat memotifasi siswa dalam mengikuti layanan Bimbingan dan Konseling
khususnya layanan informasi terkait materi wawasan BK. Dalam proses
pengembangannya, pengembang menggunakan model pengembangan menurut Borg and
Gall sebagai acuan. Analisis data yang digunakan untuk mengolah data hasil
validasi dari ahli materi, ahli media, ahli praktisi dan siswa adalah
persentase.
Dari hasil uji coba skala kecil
dengan ahli materi diperoleh rerata persentase sebesar 87,5%, hasil ahli media
mencapai 86%. Kemudian juga dari hasil uji coba skala besar dengan meminta
menilaian dari 5 ahli praktisi dan 10 siswa diperoleh rerata sebesar 91% untuk ahli praktisi dan 82,25 untuk
siswa. Setelah mendapatkan data tersebut dihasilkan pula data kualitatif bahwa
media monopoli “wawasan BK” berkategori sangat baik dan sesuai dengan kriteria
kelayakan sehingga dapat digunakan sebagai salah satu media dalam layanan
informasi.
Penulis: LINDA SEPTIANA,
MOHAMMAD NURSALIM
Kode Jurnal: jpbkdd140324