PENERAPAN KONSELING KELOMPOK RASIONAL EMOTIF PERILAKU UNTUK MENURUNKAN PERILAKU MENARIK DIRI (WITHDRAWL) PADA SISWA
Abstract: Latar belakang
penelitian ini dimulai dari wawancara kepada guru BK yang menyatakan bahwa ada
6 siswa yang mengalami gejala menarik
diri seperti cenderung pasif dan pendiam dalam proses belajar mengajar di
kelas, menunjukkan ekspresi sedih, lebih senang menyendiri daripada berkumpul
dengan temannya yang lain, kurang mampu berkomunikasi, sering menunduk,
mempunyai sedikit teman, dan sulit untuk bergaul. Akibatnya prestasinya menurun.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji penerapan konseling kelompok
rasional emotif perilaku untuk menurunkan perilaku menarik diri di kelas XI-APK
2 dan XI-APK 3 SMK Pawiyatan Surabaya.Penelitian ini merupakan penelitian
kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian pre-test and post-test one
group design. Subjek dalam penelitian ini adalah 8 siswa kelas XI SMK Pawiyatan
Surabaya dengan rincian 4 siswa dari kelas XI-APK 2 dan 4 siswa dari kelas
XI-APK 3 yang teridentifikasi memiliki skor menarik diri tinggi.
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket
perilaku menarik diri, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah
statistik non parametrik dengan uji tanda (Sign-test). Setelah diadakan
analisis data dengan uji tanda, N=8 dan X=0 maka dapat diketahui ρtabel = 0,004 dari tabel binomial. Jika dalam
ketetapan α sebesar 5% adalah 0,05, maka
harga 0,004 < 0,05. Dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima.Artinya
setelah diberi layanan konseling kelompok rasional emotif perilaku, siswa yang
sebelumnya mempunyai skor menarik diri yang tinggi kini skornya menjadi
sedang.Berarti siswa telah mengalami penurunan skor.Jadi hipotesis penelitian
“penerapan konseling kelompok rasional emotif perilaku dapat menurunkan
perilaku menarik diri (withdrawl) pada siswa” dapat diterima.
Penulis: FITRI INDAH PRATIWI,
RETNO LUKITANINGSIH
Kode Jurnal: jpbkdd140303