KOPERASI INDUSTRI TAS DAN KOPER (INTAKO) DI TANGGULANGIN SIDOARJO TAHUN 1976-2013
Abstract: Koperasi merupakan
suatu perkumpulan yang beranggotakan orang-orang atau badan-badan, yang
memberikan kebebasan masuk dan keluar sebagai anggota, dengan bekerja sama
secara kekeluargaan menjalankan usaha, untuk mempertinggi kesejahteraan
jasmaniah pada anggotanya. Koperasi juga dapat disebut sebagai sebuah wadah
organisasi ekonomi yang memiliki ruang gerak dan kesempatan usaha yang
menyangkut kepentingan kehidupan ekonomi rakyat. Kemajuan dan pembangunan
koperasi semakin berperan dalam perekonomian Nasional secara kekeluargaan dan
gotong royong pada hakikatnya sesuai dengan asas koperasi. Sidoarjo merupakan
daerah yang berbatasan dengan kota Surabaya yang memiliki peluang sangat
strategis dalam pengembangan wilayah ekonomi. Kecamatan Tanggulangin merupakan
bagian dari Sidoarjo yang memiliki potensi besar dalam bidang ekonomi. Koperasi
INTAKO menjadi salah satu bentuk perkoperasian yang terkenal di Kecamatan
Tanggulangin. Berdasarkan latarbelakang masalah di atas, maka penulis
mengajukan rumusan masalah sebagai berikut (1) Bagaimanakah latar belakang
berdirinya Koperasi INTAKO di Tanggulangin ? (2) Bagaimanakah perkembangan
Koperasi INTAKO di Tanggulangin Sidoarjo sejak 1976-1998 ? (3) Bagaimana
pengaruh Koprasi INTAKO terhadap masyarakat Tanggulangin Sidoarjo ?.
Permasalahan-permasalahan tersebut diberikan penjelasan dengan melakukan
analisis terhadap data-data dan sumber-sumber yang didapatkan melalui tahapan
metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik, kritik, interperstasi, dan
historiografi. Berdasarkan hasil analisis terhadap data dan sumber-sumber yang
didapatkan, diperoleh hasil bahwa Koperasi INTAKO didirikan sejak Tahun 1976
memproduksi Tas dan Koper. Koperasi INTAKO di desa Kedensari telah mampu
menyerap 175 orang pekerja asli warga Kedensari. pekerja di Koperasi INTAKO
desa Kedensari mengalami pendapatan hingga empat kali lipat dari pendapatan
yang didapat sebelum bekerja di Koperasi INTAKO. Anggota yang bergabung di
Koperasi INTAKO mencapai 300 orang pengrajin asli warga Tanggulangin.
Dampaknya, para pengrajin mengalami peningkatan pendapatan puluhan juta setiap
bulan. Koperasi INTAKO memberikan pengaruh besar bagi perekonomian masyarakat
desa Kedensari Tanggulangin.
Penulis: WARDATUL AZQIYAH,
Nasution
Kode Jurnal: jpsejarahdd160075