ANALISIS FLUKS NEUTRON PADA BEAM PORT TEMBUS RADIAL REAKTOR KARTINI UNTUK FASILITAS UJI IN VIVO DAN IN VITRO BORON NEUTRON CAPTURE THERAPY (BNCT)
Abstrak: Penelitian ini
bertujuan untuk menentukan besarnya fluks neutron termal dan neutron
epitermal pada beam port tembus radial,
mengetahui apakah fluks neutron termal dan
neutron epitermal pada beam port
tembus radial memenuhi persyaratan yang
telah ditentukan oleh IAEA,
danmenentukan distribusi fluks neutron termal dan neutron epitermal pada beam
port tembus radial.
Pengukuran fluks neutron termal dan epitermal pada beam port tembus
radial dilakukan dengan menggunaan metode aktivasi keping, dengan iradiasi
selama 10 menit pada daya 100 kW. Pada penelitian ini menggunakan dua macam
keping yaitu keping emas() dan keping emas terbungkus cadmium masing-masing
berjumlah 15 keping.Aktivasi foil emas () tanpa terbungkus cadmium digunakan
untuk pengukuran fluks neutron total, sedangkan pengukuran fluks neutron
epitermal dilakukan dengan cara aktivasi foil emas () dengan pembungkus cadmium. Untuk menentukan fluks neutron
termal diperoleh dari pengurangan fluks neutron total dengan fluks neutron
epitermal. Distribusi fluks neutron dianalisis menggunakan program Microcal
Origin 6.1.
Hasil penelitian menunjukkan besar fluks neutron termal pada pangkal beam
port tembus radial bernilai(2,8721± 0,0392) x 107 ncm-2s-1, pada ujung beam
port tembus radial menjadi (2,7396 ± 0,0820) x 105 ncm-2s-1. Besar fluks
neutron epitermal pada pangkal beam port bernilai (6,5739 ± 0,0607) x 106
ncm-2s-1, pada ujung beam port menjadi (1,9388 ± 0,3596) x 105
ncm-2s-1.Berdasarkan kriteria persyaratan IAEA nilai fluks neutron epitermal
adalah 109 ncm-2s-1 dan nilai fluks neutron termal adalah 107 ncm-2s-1. Berdasarkan
eksperimen pengukuran fluks neutron pada beam port tembus radial mendapatkan
nilai fluks neutron termal dan epitermal yang lebih kecil dari kriteria IAEA
sehingga harus perlu dilakukan eksperimen pengukuran fluks neutron pada beam port tembus radial menggunakan kolimator agar
dapat digunakan untuk fasilitas uji in vivo dan in vitro BNCT. Fungsi
distribusi fluks neutron termal adalah f =7, 2147 x 107 e –0,02 x n cm-2s-1 dan
fungsi distribusi fluks neutron epitermal adalah f = 1,48086 x 107 e –0,02x n cm 2s-1dengan koefisien atenuasi fluks neutron termal dan epitermal sebesar
0,02.
Penulis: INDRY SEPTYANA
NOVYTASARI
Kode Jurnal: jpfisikadd150274