VARIASI GENETIK SOROH BRAHMANA BUDHA DI BALI BERDASARKAN PENANDA DNA MIKROSATELIT KROMOSOM-Y
Abstract: Perbedaan
sifat-sifat indukatau orang tua dalam ilmu genetika akan diturunkan secara
turun-temurun kepada keturunannya sehingga terdapat variasi genetik antar
individu. Variasi genetik dapat dilihat dari ragam alel pada masing-masing
lokus mikrosatelit kromosom Y (Y-spesifik). Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui variasi genetik soroh Brahmana Budha di Bali. Pada penelitian ini
digunakan empat lokus DNA mikrosatelit kromosom Y yaitu DYS19, DYS390, DYS393
dan DYS395. Amplifikasi DNA dilakukan dengan menggunakan reagen PCR master mix
i-Taq dengan mesin PCR dan amplikon dielektroforesis pada gel poliakrilamid 6%
serta pewarnaan dengan perak nitrat. Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa
tidak semua Kabupaten di Bali terdapat Griya pendeta Budha. Ditemukan sembilan
ragam alel yaitu masing-masing dua pada lokus DYS19 (200 dan 204 pb), DYS390
(203 dan 207 pb), dan DYS393 (125 dan 137 pb) dan lokus DYS395 ditemukan tiga
ragam alel (123,127 131 pb). Pada penelitian ini ditemukan tiga haplotipe yaitu
haplotipe A,Bdan C. Haplotipe A memiliki frekuensi paling tinggi (0,85) yang
tersebar di lima daerah, haplotipe B ditemukan di daerah Karangasem sedangkan
haplotipe C hanya ditemukan di Kabupaten Tabanan. Kombinasi alel pada haplotipe
C yang sangat berbeda dengan haplotipe A dan B, menunjukkan bahwa individu
dengan haplotipe C bukan keturunan soroh Brahmana Budha. Nilai keragaman
rata-rata atau heterozigositas pada soroh Brahmana Budha di Bali rendah yaitu
0,15 ± 0,07.
Penulis: Ida Ayu Manik
Damayanti, I Ketut Junitha, Ida Bagus Made Suaskara
Kode Jurnal: jpbiologidd140766