SIMULASI ALIRAN GAS-SOLID-LIQUID DALAM BIOREAKTOR MEMBRAN TERENDAM

Abstrak: Karakteristik  hidrodinamika  pada  pencampuran  gas solid liquid  dalam  bioreaktor membran  terendam  (BRMt)  dan  pengaruhnya  terhadap  transfer  massa  dipelajari  secara komputasional  pada  berbagai  konsentrasi  solid,  rate  gas  masuk,  dan  jarak  bafel.  Metode komputasional  dilakukan  dengan  menggunakan  software  GAMBIT  2.1.6.  untuk  pembuatan  grid yang  merupakan  domain  perhitungan  dan  melakukan  simulasi  dengan  software  CFD  FLUENT 6.2.16. Hasil perhitungan yang diperoleh setelah iterasi mencapai tingkat konvergensi tertentu. 
Aliran  multifase  dalam  reaktor  disimulasikan  dengan  mixture  model,  sedangkan  untuk memodelkan  karakteristik  aliran  turbulen  digunakan  standar  k ε  model.  Sistem  geometri  yang dipelajari  adalah  bioreaktor  berbentuk  kotak  berdasar  datar,  2  buah  bafel,  membran  hollow fiber  terendam  dan  lubang  udara  di  dasar  reaktor.  Untuk  pemodelan  membran  digunakan  dua pendekatan yaitu membran sebagai black  box dan membran sebagai porous media. Liquid yang digunakan adalah air, dengan lumpur aktif sebagai solid, dan udara sebagai fase gas. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa sistem gas solid liquid dengan letak bafel terdekat dari membran, menyebabkan  proses  dispersi  liquid  semakin  cepat,  sehingga  fluida  dalam  tangki  tercampur dengan sempurna dan dapat meningkatkan laju transfer massa gas liquid dan fluks pada BRMt. 
Peningkatan konsentrasi solid tidak berpengaruh terhadap perubahan laju transfer massa gas liquid  dan  fluks, tetapi kenaikan  laju  udara  dapat  menaikkan  laju transfer  massa  gas liquid dan fluks. Pendekatan porous media memberikan hasil prediksi distribusi gas hold up yang lebih merata  dibandingkan  dengan  pendekatan  black  box.  Letak  bafel  9  cm  dari  dinding  tangki merupakan posisi terbaik ditinjau dari keseimbangan antara udara yang mengalir dengan aliran fluida  yang  bersirkulasi.  Ditinjau  dari  distribusi  solid,  BRMt  dengan  double  inlet  lebih  baik dibandingkan  dengan  single  inlet.  Fluks  yang  diperoleh  tidak  menunjukkan  perbedaan  secara signifikan. Dari kedua pendekatan model membran, membran sebagai porous media memberikan hasil simulasi yang lebih mendekati hasil eksperimen. 
Kata kunci: BRMt, hidrodinamik, simulasi CFD, gas solid liquid
Penulis: Aisyah Endah Palupi 
Kode Jurnal: jpkimiadd090199

Artikel Terkait :