PERTUMBUHAN DAN MORTALITAS IKAN ENDEMIK BUTINI (Glossogobius matanensis Weber, 1913) DI DANAU TOWUTI, SULAWESI SELATAN
ABSTRAK: Danau Towuti
merupakan danau terbesar di Kompleks Malili mempunyai luas 560 km2 dan
kedalaman 203 m. Ikan butini adalah ikan
endemik dan rawan punah yang dimanfaatkan sebagai ikan konsumsi dan bernilai
ekonomis penting. Berbagai aktivitas
yang dilakukan di perairan ini diperkirakan menyebab-kan penurunan populasi
ikan Butini. Tujuan penelitian untuk
menganalisis pertumbuhan dan mortalitas ikan butini di Danau Towuti. Penelitian
ini dilakukan di
perairan Danau Towuti
dari bulan Mei
2006 hingga April
2007. Sampel ikan
diperoleh menggunakan salue
(long line) dengan berbagai nomor
matakail yaitu 8,10,12,14, dan 16.
Setiap kedalaman (25, 50, 75, 100, 150 dan 200 meter) dipasang satu unit
salue di tiga zona (A, B, dan C). Penghitungan pertumbuhan dan mortalitas
ikan dilakukan berdasarkan frekuensi
ukuran panjang total. Data dianalisis menggunakan soft-ware
FiSAT II. Hasil
menunjukkan bahwa ukuran
ikan butini terpanjang
(46,20 cm) adalah
ikan jantan, ditemukan
di kedalaman 150 m bulan April di Zona C. Pola pertumbuhan Von Bertalanffy ikan butini gabungan yaitu L(t)= 46,62 [1 - e-1,200(t-to)], jantan dan betina masing-masing adalah L(t)
=46,62 [1 - e-0,950(t-to)] danL(t)= 46,62 [1 - e-0,820(t-to)]. Mortalitas total
tertinggi dijumpai di Zona B (5,49 per tahun) pada ikan betina. Mortalitas
alami tertinggi dijumpai di Zona B (1,80 per tahun) pada ikan jantan.
Mortalitas karena penangkapan tertinggi di Zona
B (4,08 per
tahun) pada ikan
betina. Laju eksploitasi
tertinggi di Zona
A (E=0,76) pada
ikan betina. Tingkat
pemanfaatan stok ikan butini di Danau Towuti ada indikasi
lebih tangkap.
Penulis: Jefry Jack Mamangkey
dan Syahroma Husni Nasution
Kode Jurnal: jpbiologidd140955