PERBANDINGAN MODEL RICHARDS DAN CHAPMAN-RICHARDS PADA PERTUMBUHAN TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum Linn)
Abstract: Analisis regresi
nonlinier digunakan untuk memodelkan pola pertumbuhan yang berbentuk sigmoid.
Pada penelitian ini digunakan model Richards dan Chapman-Richards karena
memiliki posisi titik belok dan karakteristik yang hampir sama. Tujuan
penelitian adalah memilih nilai v (parameter penentu titik belok yang berkisar
antara 0.1-0.7) yang paling sesuai bagi kedua model tersebut. Selanjutnya
adalah adalah menentukan model yang lebih sesuai dalam menggambarkan pola
pertumbuhan tanaman tebu, serta menentukan waktu efektif pertumbuhan. Data yang
digunakan adalah tinggi tanaman tebu dengan pemberian perlakuan macam bahan
organik dan dosis yang berbeda.Pendugaan parameter menggunakan metode kuadrat
terkecil non linier dengan algoritma LevenbergMarquardt. Berdasarkan R2adj dan
AIC diketahui bahwa nilai parameter v yang tepat pada model Richards dan
Chapman-Richards adalah 0.7 dan model Richards lebih baik dalam menjelaskan
pola pertumbuhan tinggi tanaman tebu dibandingkan model Chapman-Richards.Laju
pertumbuhan tinggi tanaman tebu semakin meningkat sekitar 15 cm/BST sampai pada
titik maksimum, yaitu pada bulan ke-4, kemudian semakin menurun sekitar 7
cm/BST seiring dengan bertambahnya umur tanaman.
Penulis: Andik Dwi Wijayanto,
Ni Wayan Surya Wardhani
Kode Jurnal: jpmatematikadd141022