PERAMALAN INFLOW DEBIT AIR WADUK MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK DENGAN INPUT VARIABEL LAG (Study Kasus : Waduk Sengguruh – Kabupaten Malang)

Abstract: Hujan yang tidak merata di Indonesia sepanjang tahun menyebabkan persediaan air yang berlebihan dimusim penghujan dan kekukarangan air dimusim kemarau. Oleh sebab itu, perlu dipertimbangkan keseimbangan debit air yang masuk (inflow) pada waduk dengan debit air (outflow) yang keluar. Dalam penelitian ini, digunakan metode Backpropagation Neural Network untuk melakukan peramalan debit inflow menggunakan 3 data ramalan yang berbeda, yaitu harian umum, mingguan dan klasifikasi berdasarkan hari (masing-masing hari). Data input yang digunakan sebagai masukan JST Backpropagation adalah variabel lag yang diperoleh dari plot fungsi autokorelasi parsial (PACF). Dari uji coba yang dilakukan, variabel lag yang beda nyata (keluar batas) hasil plot PACF adalah lag-1, lag-2 dan lag-3 sehingga banyak neuron pada lapisan input adalah 3 neuron. Sedangkan uji coba menggunanakan jaringan syaraf tiruan dengan arsitektur yang ditentukan, peramalan harian umum dengan arsitektur (3-15-1) memiliki MSE minimum 0.00011960. Sedangkan untuk peramalan mingguan arsitektur terbaik (3-5-1) dengan MSE testing 0.00007590. MAPE yang dihasilkan dari 2 arsitektur ini tergolong rendah dengan persentase 5.1431% dan 4.3371%. Sedangkan peramalan berdasarkan klasifikasi hari (masing-masing hari), peramalan hari selasa dengan arsitektur (3-5-1) memiliki MSE minimum 0.00003964 dan MAPE 3.1340 %. Nilai MSE dan MAPE dari 3 jenis data ramalan dalam peramalan inflow debit waduk Sengguruh memiliki perbedaan hasil peramalan yang tidak terlalu signifikan dengan hasil peramalan berdasarkan klasifikasi hari yaitu selasa merupakan hasil peramalan terbaik.
Kata kunci: Inflow, Backpropagation Neural Network, Neuron, PACF, MSE, MAPE
Penulis: Fahmi Khuluqin Nafik
Kode Jurnal: jpmatematikadd141037

Artikel Terkait :