Penurunan Lignin Kulit Buah Kopi dengan Metode Organosolve
ABSTRAK: Kopi mempunyai
peranan yang cukup besar bagi sektor perkebunan di Indonesia, karena biji
kopi termasuk salah
satu komoditi unggulan.
Selama ini limbah
kulit buah kopi hanya digunakan sebagai bahan pakan
ternak saja atau sebagai bahan pembuat pupuk organik. Kulit buah
kopi mengandung lignin
sebesar 8,67% dan
selulosa sebesar 41,26%
dengan melihat kandungan selulosa
sebesar 41,26% maka
seiring berjalannya waktu
dan kemajuan teknologi maka
kulit buah kopi dapat digunakan sebagai bahan alternatif pembuatan bioetanol mengingat
bioetanol dapat dibuat dari bahan yang
mengandung pati, serat maupun gula. Mutu bioetanol akan meningkat jika
kandungan lignin dalam kulit kopi di hilangkan atau dikurangi. Metode organosolve
merupakan salah satu
proses pemisahan lignin
dengan menggunakan bahan kimia
organik yang ramah
lingkungan misalnya etanol
dan metanol. Pada
proses penghilangan lignin ini variabel yang dijalankan adalah waktu
pemasakan 2 jam, konsentrasi etanol ( v/v ) 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50% sedangkan
penambahan asam sitrat 1:12, 1:16 dan 1:18. Hasil terbaik dari proses
penghilangan lignin dari kulit kopi terjadi pada konsentrasi etanol 40% ( v/v )
dengan penambahan asam sitrat sebesar 1:16 dan waktu pemasakan selama 2 jam
didapatkan kadar lignin (dalam endapan)
sebesar 0,31% dan 6,14% lignin dalam filtrat.
Penulis: Luluk Edahwatia,Dyah
Suci Perwitasaria, dan Nana Dyah Siswatia
Kode Jurnal: jpkimiadd140722