PENGARUH VARIASI VARIABEL REAKSI PADA PROSES EKSTRAKSI REAKTIF MESOKARP SAWIT UNTUK MENGHASILKAN BIODIESEL

Abstrak: Metode konvensional untuk produksi biodiesel memerlukan minyak yang diekstrak dari biomassa sebelum dapat  ditransesterifikasikan  menjadiasam  lemak  metil  ester  (FAME).  Ekstraksi  reaktif  dapat  digunakan untuk  menghasilkan  biodiesel  denganperolehan  yield  tinggi,  biaya  produksi  yang  rendah,  mengurangi waktu  reaksi  dan  penggunaan  reagen  serta  co-pelarut,  sehingga  mempermudah  untuk  menghasilkan biodiesel.  Dalam  penelitian  ini,  ekstraksi  reaktif  diterapkan  untuk  menghasilkan  biodiesel  dari  CPO  hasil ekstraksi  mesokarp  buah  sawitmenggunakan  dimetil  karbonat  sebagai  pelarut  dan  reagen,  dan  novozym® 435  sebagai  katalis.  Metanol  digantikan  oleh  dialkil  karbonat,  terutama dimetilkarbonat.  Dimetil  karbonat dapat  digunakan  sebagai  pelarut  dan  sebagai  reagen,  sehingga  ekstraksi  reaktif  sangat  mudah  untuk diaplikasikan. Parameter  yang  dipelajari  meliputi  suhu  reaksi  (50, 60,  dan 70  °C),  waktu reaksi  (8,  16, 24 jam),  rasio  molar  reaktan  DMC/mesokarp  sawit  (50:1,  60:1,70:1n/n),  jumlah  konsentrasi  novozym®  435 (5%, 10%, 15% wt). Danyield biodiesel tertinggi diperoleh pada kondisi suhu reaksi 60 °C, waktu reaksi 24 jam, rasio molar reaktan DMC/mesokarp sawit 60:1 (n/n), dan konsentrasi novozym® 435 sebesar 10% b/b. Penelitian  menunjukkan  bahwa  sintesis  biodiesel  melalui  ekstraksi  reaktif  menggunakan  mesokarp  buah sawit sebagai bahan bakumemerlukan biaya produksi yang rendah.
Kata kunci: biodiesel, dimetil karbonat, ekstraksi reaktif,  mesokarp sawit, novozym® 435
Penulis: Pascalis Novalina, Arya Josua S, Taslim , Tjahjono Herawan
Kode Jurnal: jpkimiadd150378

Artikel Terkait :