Pengaruh Ekstrak Daun Bintaro (Cerbera odollam) terhadap Mortalitas Larva Nyamuk Aedes aegypti
Abstract: Aedes aegypti
merupakan vektor penyakit arbovirus yang sangat berbahaya karena dapat
menyebabkan penderita meninggal dalam waktu hanya beberapa hari. Salah satu
alternatif pengendalian vektor adalah dengan menggunakan biolarvasida dari daun
bintaro, karena pada daun bintaro mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu
flavonoid, steroid, saponin dan tannin. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan pengaruh ekstrak daun bintaro terhadap mortalitas larva nyamuk
Ae.aegypti, serta menentukan konsentrasi
optimal ekstrak daun bintaro yang dapat menyebabkan mortalitas larva nyamuk Ae.
aegypti. Penelitian bersifat eksperimental laboratorium menggunakan rancangan
acak lengkap. Dengan perlakuan berupa ekstrak daun bintaro dengan konsentrasi
0,4%; 0,6%; 0,8% dan 1,0% serta 0% sebagai kontrol. Pengulangan dilakukan
sebanyak 4 kali dengan tiap unit perlakuan berisi 20 larva Ae.aegypti.
Pengamatan mortalitas dilakukan setiap 24 jam selama 3 hari kemudian data
dianalisis menggunakan One Way Anova untuk mengetahui pengaruh konsentrasi
ekstrak daun bintaro terhadap mortalitas, Uji Tukey (BNJ) untuk mengetahui
adanya beda nyata, dan Probit untuk menentukan LC50 dan LC90. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun bintaro berpengaruh secara nyata
terhadap mortalitas larva Ae.aegypti baik pada 24, 48 maupun 72 jam setelah
perlakuan. LC50 dan LC90, yaitu: 0,660% dan 1,338% pada 24 jam setelah
perlakuan; 0,572% dan 1,130% pada 48 jam setelah perlakuan; 0,439% dan 0,998%
pada 72 jam setelah perlakuan. Konsentrasi optimal ekstrak daun bintaro adalah
sebesar 1,0% yang dapat menyebabkan mortalitas larva nyamuk Ae. aegypti dengan
rerata mortalitas 85% dalam waktu 24 jam setelah perlakuan.
Penulis: IKA DEWI KRISTIANA,
EVIE RATNASARI, TJIPTO HARYONO
Kode Jurnal: jpbiologidd150421