PEMODELAN SISTEM ANTRIAN PENGAMBILAN DANA PENSIUN DI KANTOR POS CABANG GOMBONG KABUPATEN KEBUMEN MENGGUNAKAN MODEL ANTRIAN MULTIPLE SERVER – SINGLE PHASE
Abstract: Masalah antrian
sangat sering dijumpai pada kehidupan sehari-hari. Seperti yang dihadapi oleh
Kantor Pos dengan peran ganda. Selain penyedia layanan jasa antar barang,
kantor pos juga berperan sebagai tempat penyalur dana pensiun bagi Persatuan
Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (PEPABRI). Mayoritas
pelanggan dalam sistem tersebut adalah manula (manusia lanjut usia), sehingga
diperlukan layanan yang baik melihat kondisi fisik dari pelanggan yang sudah
memasuki usia rentan. Analisis sistem antrian dan simulasi model antrian dapat
digunakan untuk membantu melihat apakah sistem antrian yang diterapkan sudah
baik atau belum. Analisis yang dilakukan meliputi pembentukan model antrian dan
melihat karakteristik dari model tersebut. Banyaknya fasilitas pelayanan yang
tersedia menjadi hal yang penting. Biasanya antrian terjadi karena adanya
keterbatasan fasilitas pelayanan. Semakin banyak fasilitas pelayanan, maka
peluang untuk terjadinya antrian akan semakin kecil. Namun permasalahannya
adalah banyaknya fasilitas akan menambah biaya operasional dari instansi
tersebut. Hal yang penting dan perlu diperhatikan Kantor Pos adalah posisinya
sebagai salah satu instansi pemerintah. Sehingga citra yang baik di mata
masyarakat sangatlah diperlukan. Dari hasil analisi model antrian yang
didapatkan, sistem pelayanan Kantor Pos cabang Gombong memiliki waktu tunggu
sekitar 1 jam 50 menit dengan 2 server. Hasil ini dirasa kurang efektif bila
melihat pelanggan dari pengambil dana pensiun adalah manula.
Penulis: Rizky Indra Aditya
Kode Jurnal: jpmatematikadd141180