PEMODELAN INVENTORY DENGAN DUA GUDANG PENYIMPANAN UNTUK BARANG YANG MENGALAMI PENYUSUTAN DENGAN BACKLOG SHORTAGE SEBAGIAN DAN LEAD TIME FUZZY
Abstrak: Adanya kebijakan
optimalisasi inventory yang diambil sebuah perusahaan atau retailer untuk
barang yang mengalami penyusutan dengan ketidakpastian waktu tunggu (lead time)
sampai barang selesai diproduksi atau pesanan datang, adanya Backlog Shortage
sebagian atau penuh, dan tingkat permintaan bergantung harga dikembangkan dalam
sistem dua gudang yang masing-masing sebagai gudang penjualan (display) atau tempat
transaksi barang dan gudang tempat penyimpanan jika barang yang diproduksi atau
dibeli tidak cukup ditempatkan di gudang penjualan. Tujuan perusahaan atau
retailer mempunyai dua gudang penyimpanan adalah untuk mengoptimalkan
keuntungan rata-rata jika memproduksi atau membeli barang dalam jumlah besar.
Perusahaan atau retailer mempunyai satu gudang dengan kapasitas terbatas yang
letaknya di lokasi strategis sebagai tempat penjualan, yang disebut sebagai
gudang milik (own warehouse, OW) dan gudang yang lain dengan kapasitas cukup
luas disesuaikan dengan kebutuhan yang lokasinya berbeda dengan tempat
penjualan atau transaksi, yang disebut sebagai gudang sewa (rented warehouse,
RW). Biaya penyimpanan barang di RW menurun dengan bertambahnya jarak dari RW
ke OW. Hal ini disebabkan oleh biaya sewa gudang dan upah tenaga kerja yang
lebih murah dibandingkan di lokasi OW. Barang dikirim dari RW ke OW dalam
jumlah yang telah ditentukan (fixed) berdasarkan pola tertentu. Dalam
penelitian ini dikembangkan model inventory dengan Backlog Shortage sebagian.
Untuk memperoleh penyelesaian digunakan metode pendekatan interval terdekat
untuk fungsi single objektif yang memaksimalkan keuntungan rata-rata dalam fuzzy
(defuzzified) dan ditransformasikan dalam fungsi multi objektif crisp yang selanjutnya
diselesaikan dengan metode kriteria global (global criterion method) untuk memperoleh
solusi optimal Pareto.
Penulis: Dwi Ertiningsih,
Widodo
Kode Jurnal: jpmatematikadd090050