PEMBUATAN BIOETANOL DARI ALGA Codium geppiorum DAN PEMANFAATAN BATU KAPUR NUSA PENIDA TERAKTIVASI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS BIOETANOL
ABSTRAK: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi penambahan ragi tape
dan waktu fermentasi terhadap kadar etanol dalam pembuatan bioetanol berbahan
alga Codium geppiorum, dan pengaruh variasi suhu aktivasi dan massa batu kapur
Nusa Penida dalam meningkatkan kadar etanol. Penelitian adalah True Experiment
dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3 x 4 yang terdiri dari dua
faktor. Kadar etanol diukur dengan Gas Chromatography Varian 3300 dan
dianalisis dengan Anava dua jalur menggunakan software SPSS 17.0. Hasil
penelitian pada kadar etanol hasil fermentasi menunjukkan nilai Fhitung >
Ftabel (38,212 > 2,51) dengan probabilitas 0,000 yang berarti adanya
interaksi antara variasi konsentrasi ragi dan waktu fermentasi. Perlakuan yang
optimum diperoleh pada W3D3 (waktu 7 hari dan konsentrasi 20%) yaitu dengan
rata-rata 3,03% dari massa sampel alga 25 gram. Hasil penelitian dehidrasi
etanol menunjukkan nilai Fhitung > Ftabel (3,082 > 2,51) dengan
probabilitas 0,022 yang berarti terdapat interaksi antara suhu aktivasi dan
massa batu kapur dalam dehidrasi etanol. Perlakuan yang optimum adalah M1T1
(massa 50 gram dan suhu 800oC) dengan rata-rata kadar etanol 99,15 %. Aplikasi
batu kapur dengan dehidrasi optimum mampu meningkatkan kadar bioetanol dari
28,92% menjadi 83,78%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa variasi
konsentrasi ragi tape dan waktu fermentasi berpengaruh signifikan terhadap
kadar etanol yang dihasilkan pada pembuatan bioetanol berbahan alga Codium geppiorum;
dan variasi suhu aktivasi dan massa batu kapur berpengaruh signifikan dalam
meningkatkan kadar etanol.
Penulis: I Wayan Karta, Ni
Made Puspawati, Yenni Ciawi
Kode Jurnal: jpkimiadd150335