PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK KELAPA (COCONUT OIL) DENGAN METANOL SEBAGAI PELARUT DAN REAKTAN MENGGUNAKAN EKSTRAKTOR-TRANSESTERIFIKATOR

ABSTRACT: Kebutuhan bahan bakar fosil akan semakin meningkat namun ketersediaannya semakin menipis. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk mengurangi ketergantungan pemakaian bahan bakar fosil dan mengalihkannya ke bahan bakar yang dapat diperbaharui, salah satunya adalah biodiesel mengingat minyak solar merupakan BBM yang dikonsumsi terbesar di Indonesia. Biodiesel dapat dibuat dari berbagai biomassa yang mengandung minyak. Kelapa adalah salah satu biomassa yang potensial dikembangkan karena produksinya yang sangat besar di Indonesia. Pembuatan biodiesel dari minyak kelapa dapat menggunakan Ekstraktor-Transesterfikator, dimana proses ekstraksi dan reaksi terjadi secara kontinyu di dalam satu unggun.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja alat Ekstraktor-Transesterifikator dan mengetahui pengaruh faktor laju alir pelarut-reaktan dan temperatur operasi terhadap proses ekstraksi dan reaksi pembuatan biodiesel. Variasi pada variabel laju air pelarut-reaktan adalah 10, 20, 30, 40, dan 50 ml/menit dan pada variabel temperatur adalah 40, 50, dan 60°C. Proses dilakukan selama 4 jam untuk masing-masing run.Selanjutnya, sampel produk dilakukan analisis angka asam, angka penyabunan, dan gliserol total untuk menghitung kadar metil ester produk.
Hasil penelitian menunjukan proses ekstraksi terbaik pada laju alir 50 mL/menit dan temperatur 60°C, yaitu 49,1 gr atau 38,359 % minyak terekstrak. Pada proses reaksi, kondisi terbaik adalah pada temperatur 60°C yaitu 30 gr atau 94,94 %.
Kata kunci: biodiesel, ekstraktor-transesterifikator, ekstraksi, reaksi, laju alir, temperatur
Penulis: Oki Satria Nugraha
Kode Jurnal: jpkimiadd150450

Artikel Terkait :