PEMANFAATAN TEH KOMBUCHA SEBAGAI OBAT HIPERURISEMIA MELALUI PENGHAMBATAN AKTIFITAS XANTIN OKSIDASE PADA Rattus norvegicus

ABSTRAK: Pembentukan  asam  urat  yang  tinggi  dan  terganggunya  proses  ekskresi  asam  urat  di  dalam  tubuh  dapat memicu hiperurisemia. Penelitian ini untuk meneliti teh kombucha sebagai obat hiperurisemia melalui penghambatan aktivitas  enzim  xantin  oksidase.  Teh  kombucha  yang  digunakan  adalah  teh  kombucha  dengan  tiga  variasi  waktu fermentasi, teh A (4 hari), teh B (8 hari), teh C (12 hari), serta dua variasi dosis yaitu 10mL/kg BB dan 40mL/kg BB. Penelitian  ini  menggunakan  rancangan  posttest  only  control  group  design.  Sebanyak  27  ekor  tikus  wistar  (Rattus norvegicus)  dikelompokan  menjadi  9  kelompok  K  (kontrol  negatif),  H  (kontrol  hiperurisemia),  A  (control allopurinol), P1 (teh A dosis 10 mL/kg BB), P2 (teh A dosis 40 mL/kg BB), P3 (teh B dosis 10 mL/kg BB), P4 (teh B dosis 40 mL/kg BB), P5 (teh C dosis 10 mL/kg BB), P6 (teh C dosis 40 mL/kg BB). Tikus penelitian diberikan pakan tinggi purin yaitu jus hati ayam dan melinjo untuk mendapatkan kondisi hiperurisemia. Pemberian pakan tinggi purin ini  dilakukan  pada  semua  kelompok  tikus  kecuali  kelompok  kontrol  negatif.  Tikus  hiperurisemia  diberikan pengobatan dengan variasi teh kombucha dan allopurinol. Pemberian allopurinol dilakukan pada satu kelompok tikus sebagai pembanding  efektifitas  dengan  pengobatan  menggunakan  teh  kombucha.  Perlakuan  ini  dilakukan  selama sembilan  hari.  Pada hari  terakhir dilakukan  penentuan  kadar  asam  urat  dan  aktifitas  xantin  oksidase,  dan  dianalisis menggunakan Anova. Hasil penelitian menunjukan teh kombucha yang menunjukan nilai penurunan terbesar adalah teh B dengan dosis 40 mL/kg BB.
Kata kunci: Kombucha, Teh, Asam-urat, Hiperurisemia, Xantin-oksidase, Allopurinol
Penulis: Dewa Ayu Windu Manik Anandagiri, I. B. Putra Manuaba, dan Ni G. A. M. Dwi Adhi Suastuti
Kode Jurnal: jpkimiadd140490

Artikel Terkait :