PEMANFAATAN SILIKAT BENTONIT TERSUSPENSI NaCl, MgCl2, DAN CaCl2 UNTUK ISOLASI DNA METAGENOMIK DARI TANAH HUTAN MANGROVE

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil isolasi DNA metagenomik dari tanah hutan mangrove Pantai  Suwung  Kauh  Bali dengan menggunakan silikat  bentonit tersuspensi NaCl, MgCl2 dan CaCl2.  Isolasi  DNA metagenomik  dilakukan  dengan  metode  lisis  sel  secara  langsung  dari  tanah  dengan  menggunakan  buffer  lisis  dan dengan kejutan-pemanasan, serta dilanjutkan dengan ekstraksi DNA dengan silikat bentonit tersuspensi NaCl, MgCl2 dan CaCl2. Preparasi suspensi silikat bentonit dilakukan dalam  larutan 1 M NaCl, MgCl2 dan CaCl2. Hasil isolasi DNA metagenomik dianalisis dengan elektroforesis gel agarosa dan spektrofotometer nano pada panjang gelombang 230, 260, dan 280 nm. Hasil analisis dengan elektroforesis gel agarosa menunjukkan bahwa DNA  tidak  terdeteksi pada elusi pertama dari semua suspensi, namun DNA hanya terdeteksi pada supernatan pertama sebelum elusi dari suspensi Na-bentonit dan Mg-bentonit. Pita DNA paling tebal diperoleh pada supernatan pertama dari suspensi Na-bentonit.  Hasil  ini  mengindikasikan  bahwa  kemampuan  adsorpsi  Na-bentonit  terhadap  DNA  metagenomik  lebih rendah daripada suspensi lainnya.  Pita DNA tidak terdeteksi pada supernatan pertama dan hasil elusi pertama dari suspensi Ca-bentonit yang mengindikasikan bahwa DNA teradsorpsi lebih kuat daripada yang lain dan belum dapat terlepas dari suspensi ini pada elusi pertama. Hasil spektrofotometer nano menunjukkan bahwa DNA metagenomik yang diisolasi dengan menggunakan silikat bentonit tersuspensi NaCl, MgCl2 dan CaCl2 masih terkontaminasi asam humat dan protein.
Kata kunci: DNA metagenomik, tanah hutan mangrove, bentonite
Penulis: Luh De Dwi Jayanthi, Ida Ayu Gede Widihati, dan I Nengah Wirajana
Kode Jurnal: jpkimiadd150294

Artikel Terkait :