N-Acyl Homoserine Lactones sebagai Signal Quorum Sensing untuk Meningkatkan Efektifitas BaKteri Fosfat
Abstrak: Bakteri Fosfat (BF)
mampu melepaskan P-terjerap tanah. Efektivitas BF dalam melepaskan P-terjerap
dikontrol oleh signal quorum sensing
(QS). BF menghasilkan signal QS sebagai N-acyl homoserine lakton (N-HSL).
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis N-HSL sebagai signal QS BF
(Pseudomonas trivialis, P. putida dan P. fluorescens) dan menemukan sumber
N-HSL dari ekstrak akar beberapa tanaman (padi, jagung, bambu, pisang dan kacang
tanah). Analisis N-HSL menggunakan HPLC (Hitachi UV-VIS detektor L-2420),
L-2200 autosampler (20 mL), L -2130 pompa dan kolom C OOF-4250-CO/10 pM LaChrom
Ultra 18 (2 pM) 100 A 150 x 4.60 mm 10 m KPOW 490065-1 (Phenomenex), suhu 60 °
C, laju 0,9 mL /menit dan gradien dari 30-100 % mengalir dalam 1,0 menit.
Standar N-HSL adalah C4-HSL, 6, 8, 10, 12 homoserine lakton (Sigma-Aldrich,
Jerman) dilarutkan dalam asetonitril (Merch, India) dengan konsentrasi 50 mM.
P-terlepaskan oleh BF ditentukan dengan pewarnaan NVM dan spektrofotometer pada
panjang gelombang 413 nm. Populasi BF ditentukan oleh OD (Optical Density) di
panjang gelombang 600 nm. Populasi BF pada media Pikovskaya dipengaruhi oleh
jenis isolat BF, jenis sumber P dan lama waktu inkubasi. N-HSL dihasilkan oleh
BF tertinggi adalah Butanoyl (C4) homoserine lakton. BF isolat 9 dan sumber
Ca-fosfat menghasilkan N-HSL paling banyak. Ekstrak akar padi, jagung, bambu,
pisang dan kacang tanah dapat menjadi sumber N-HSL. Fosfor larut dari media Pikovskaya
dipengaruhi oleh jenis isolat BF dan sumber P.
Penulis: Tamad
Kode Jurnal: jpbiologidd140938