Longevitas dan Efikasi Pelet Trichoderma harzianum terhadap Sclerotium rolfsii Penyebab Penyakit Layu pada Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.)
Abstrak: Trichoderma harzianum
merupakan salah satu jamur antagonis yang dapat digunakan sebagai agensia
hayati (biofungisida) untuk mengendalikan patogen tular tanah, antara lain
jamur Sclerotium rolfsii penyebab penyakit layu pada tanaman tomat. Untuk memudahkan aplikasi jamur T. harzianum
di lahan, perlu disiapkan dalam suatu formulasi dalam bentuk pelet. Longevitas pelet T. harzianum ditentukan oleh viabilitas T.
harzianum yang terkandung di dalamnya, sedangkan efikasi / efektivitas pelet T.
harzianum ditentukan oleh longevitas pelet tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui interaksi antara lama waktu
penyimpanan dan dosis aplikasi pelet T.
harzianum terhadap pengendalian penyakit layu pada tanaman tomat; pengaruh lama waktu penyimpanan terhadap
viabilitas T. harzianum; lama waktu penyimpanan yang menghasilkan viabilitas T.
harzianum tertinggi; dan dosis dan lama waktu penyimpanan pelet T. harzianum
yang efektif dalam mengendalikan penyakit layu pada tanaman tomat. Penelitian menggunakan metode eksperimental
dengan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial.
Faktor pertama adalah lama waktu penyimpanan (W) yang terdiri atas 5 taraf, yaitu 0, 3, 6, 9,
dan 12 minggu; faktor kedua adalah dosis aplikasi (D) yang terdiri atas 6
taraf, yaitu 0, 25, 50, 75, 100, dan 125 gram.
Ulangan masing-masing 3
kali. Pengamatan viabilitas T. harzianum dilakukan pada akhir waktu penyimpanan
pelet, kejadian penyakit dan keparahan penyakit sejak 4 hari setelah inokulasi
dengan interval 4 hari hingga tanaman tomat berbunga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi
antara lama waktu penyimpanan dengan dosis aplikasi yang berbeda mampu
menghambat intensitas penyakit layu pada tanaman tomat. Lama waktu penyimpanan 6 minggu dengan dosis
aplikasi 50g paling baik dalam mengendalikan penyakit layu pada tanaman tomat.
Penulis: Juni Safitri
Muljowati, Uki Dwiputranto, dan Iman Budisantoso
Kode Jurnal: jpbiologidd140939