MINYAK ATSIRI DAUN TENGGULUN (Protium javanicum Burm.F.) SEBAGAI REPELAN NYAMUK DEMAM BERDARAH (Aedes aegypti)
ABSTRAK: Daun tenggulun
(Protium javanicum Burm.F.)
secara tradisional banyak
dimanfaatkan sebagai obat
dan insektisida. Uji aktivitas
minyak atsiri daun
tenggulun sebagai repelan
terhadap nyamuk Aedes
aegypti pada konsentrasi 7,5%,
15%, 20%, dan
40% dalam pelarut
etanol 96% telah
dilakukan dengan tujuan
untuk mengetahui efektifitasnya. Minyak
atsiri diperoleh dengan
metode destilasi uap,
sedangkan uji aktivitas
menggunakan nyamuk Aedes aegypti
betina dewasa. Isolasi 12 kg daun tenggulun segar menghasilkan 13,7 mL atau
persentase hasil sebesar 0,07%
(b/b) berwarna kuning
muda, massa jenis
sebesar 0,8774 g/mL
dan berbau asam
menyengat. Kromatogram gas dari
minyak atsiri yang
diperoleh mengindikasikan terdapat
13 komponen senyawa
dan berdasarkan spektrum massa setiap
puncak diduga senyawa tersebut
adalah α-pinen (16,85%), mirsen (1,53%), α-felandren (45,34%),
p-simen (5,60%), limonen (15,70%), β-osimen (0,34%), bisiklogermakren
(1,61%), β-elemen (2,27%), β-kariofilen (7,90%), α-humulen (0,88%), germakren
(1,50%), spatulenol (0,23%), dan
kariofilen oksida (0,24%). Hasil analisis One
Way ANOVA menunjukkan
adanya perbedaan yang
signifikan pada setiap
konsentrasi minyak atsiri
selama 6 jam pengujian
dan uji Tukey
HSD menunjukkan kemampuan
repelan konsentrasi 40%
sebanding dengan kontrol positif pada awal pengujian sampai
pengujian jam kelima. Empat dari senyawa tersebut yaitu α-pinen, mirsen, limonen dan β-kariofilen diketahui
memiliki aktivitas sebagai repelan terhadap nyamuk.
Penulis: Gusti Ayu Primandari
Utami, Sri Rahayu Santi, dan Ni Made Puspawati
Kode Jurnal: jpkimiadd140544